Orang Utan Tapanuli Terancam Punah, Habitat di Sumatra Terus Menyusut
Sains
Iklim dan Lingkungan
02 Nov 2025
221 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Orangutan Tapanuli adalah spesies terancam yang habitatnya terus menyusut.
Upaya konservasi yang lebih agresif diperlukan untuk menyelamatkan orangutan Tapanuli.
Deforestasi dan perburuan ilegal menjadi ancaman utama bagi kelangsungan hidup spesies ini.
Orang utan Tapanuli adalah salah satu satwa langka yang hidup hanya di Sumatra Utara. Saat ini populasinya diperkirakan tinggal sekitar 800 ekor. Sayangnya, habitat mereka mengalami penyusutan yang sangat drastis, terutama akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan dan area industri.
Penemuan orang utan Tapanuli sebagai spesies terpisah baru dilakukan pada 2017, namun sejak itu belum ada perubahan signifikan dalam upaya pelestarian mereka. Berbagai ancaman masih mengintai, termasuk pembalakan liar, perburuan, dan perdagangan bayi orang utan.
Proyek pembangunan bendungan dan pertambangan emas di wilayah Batang Toru juga memperparah kondisi lingkungan tempat tinggal orang utan ini. Kondisi ini membuat mereka harus beradaptasi menghadapi habitat yang semakin sempit dan terfragmentasi.
Menariknya, penelitian terbaru menemukan adanya orang utan Tapanuli yang hidup di hutan rawa berjarak 32 kilometer dari habitat utama mereka di Batang Toru. Ini menunjukkan potensi perluasan area hidup, meski mereka masih sangat rentan.
Jika tidak ada peningkatan drastis upaya konservasi, IUCN memperkirakan populasi orang utan Tapanuli dapat menyusut hingga 83 persen dalam tiga generasi mendatang. Hal ini mengingatkan pentingnya aksi nyata agar satwa ini tidak punah.
Analisis Ahli
Amanda Hurowitz
Spesies baru orang utan ini tidak mendapatkan perlindungan yang layak meskipun statusnya sudah kritis, sehingga perlu adanya kolaborasi internasional yang lebih nyata untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

