Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Habitat Menyusut, Orang Utan Tapanuli Terancam Punah dengan Cepat

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
22 Okt 2025
169 dibaca
1 menit
Habitat Menyusut, Orang Utan Tapanuli Terancam Punah dengan Cepat

Rangkuman 15 Detik

Orang utan Tapanuli adalah spesies yang sangat terancam punah dengan habitat yang terus menyusut.
Deforestasi, perburuan, dan proyek pembangunan menjadi ancaman utama bagi kelangsungan hidup orang utan Tapanuli.
Upaya konservasi yang lebih agresif diperlukan untuk menyelamatkan spesies ini dari kepunahan.
Orang utan Tapanuli adalah spesies kera besar yang baru dikenali secara resmi pada tahun 2017 dan hidup di hutan Sumatra Utara, khususnya di kawasan Batang Toru. Mereka kini menjadi spesies yang paling terancam punah di dunia karena populasinya hanya sekitar 800 ekor. Habitat alami orang utan Tapanuli telah menyusut secara drastis, berkurang sekitar 60 persen antara tahun 1985 dan 2007. Penyusutan ini disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi area perkebunan, industri, serta aktivitas penebangan hutan ilegal. Selain itu, mereka juga menghadapi ancaman dari perburuan ilegal dan perdagangan bayi orang utan yang semakin mengkhawatirkan. Proyek pembangunan seperti bendungan dan pertambangan emas juga semakin memperkecil ruang hidup mereka. Meskipun ada sedikit kabar baik bahwa orang utan Tapanuli mulai ditemukan di hutan rawa yang berjarak 32 kilometer dari habitat utama mereka, itu belum cukup untuk menjamin keselamatan jangka panjang mereka. Jumlah populasi masih sangat rentan. Menurut IUCN, tanpa peningkatan drastis dalam konservasi dan perlindungan habitat, orang utan Tapanuli berpotensi menyusut hingga 83 persen dalam tiga generasi mendatang, yang berarti mereka berada di ambang kepunahan.

Analisis Ahli

Amanda Hurowitz
Meskipun sudah diakui sebagai spesies terpisah, ancaman utama yang dihadapi orang utan Tapanuli tidak berkurang dan konservasi belum berjalan optimal.