Puluhan Karyawan Wells Fargo Di-PHK Karena Pura-Pura Bekerja dengan Mouse Jigglers
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
26 Nov 2025
234 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Perilaku tidak etis dapat mengakibatkan pemecatan dari pekerjaan.
Penggunaan alat teknologi untuk berpura-pura bekerja meningkat selama kebijakan work from home.
Keterlibatan karyawan dalam pekerjaan menjadi masalah global yang perlu diperhatikan oleh manajer.
Bank Wells Fargo baru-baru ini memecat puluhan karyawannya setelah diketahui menggunakan alat khusus bernama mouse jigglers untuk berpura-pura bekerja selama jam kerja. Mouse jigglers ini membuat mouse komputer bergerak secara otomatis, sehingga layar komputer terlihat aktif.
Tindakan ini terungkap saat Bank Wells Fargo meninjau aktivitas karyawan dan menemukan adanya simulasi aktivitas keyboard yang tidak nyata. Perusahaan menilai perilaku ini sangat tidak etis dan melanggar standar kerja yang diharapkan dari para karyawan.
Penggunaan mouse jigglers mulai populer terutama selama masa pandemi Covid-19 ketika banyak perusahaan melaksanakan kebijakan kerja jarak jauh atau work from home. Dengan alat ini, karyawan bisa tampak sedang bekerja tanpa pengawasan langsung dari atasan.
Namun, kebijakan kerja jarak jauh ini juga menjadi perdebatan. Beberapa pihak mendukung kemudahan dan fleksibilitasnya, sementara yang lain khawatir akan rendahnya keterlibatan dan produktivitas karyawan. Hal ini sejalan dengan laporan Gallup yang menyebutkan bahwa mayoritas pekerja di seluruh dunia tidak terlibat aktif dalam pekerjaan mereka.
Kejadian di Wells Fargo ini menjadi peringatan bagi perusahaan untuk memperketat pengawasan sekaligus memperbaiki budaya kerja agar karyawan termotivasi bekerja secara jujur dan produktif, baik di kantor maupun ketika bekerja dari rumah.
Analisis Ahli
Adam Grant (Psikolog Organisasi)
Masalah keterlibatan kerja memang menjadi tantangan utama dalam kerja jarak jauh, namun penggunaan alat seperti mouse jigglers lebih mencerminkan kegagalan sistem manajemen dalam memberikan feedback dan tujuan yang jelas kepada karyawan.Daniel Pink (Penulis dan Pakar Motivasi)
Motivasi intrinsik lebih penting daripada pengawasan eksternal. Perusahaan harus fokus pada memberikan pekerjaan bermakna dan otonomi agar karyawan tidak merasa perlu melakukan tindakan pura-pura bekerja.
