TLDR
Perkembangan teknologi AI berdampak besar pada pasar kerja dan banyak pekerjaan tradisional berisiko hilang. Sekolah-sekolah mulai mengajarkan keahlian praktis yang relevan dengan kebutuhan industri modern. Ada pergeseran minat di kalangan siswa terhadap pekerjaan yang menggunakan keterampilan tangan dan teknologi tinggi. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) membuat banyak pekerjaan kantoran menjadi sulit didapat dan bahkan hilang. Perusahaan-perusahaan besar seperti Amazon mulai mengadopsi AI dan memotong jumlah karyawan manusia, sehingga anak muda mencari pilihan pekerjaan lain yang lebih pasti.Di Amerika Serikat, beberapa sekolah seperti SMA Middleton mulai mengajarkan keahlian manual seperti pertukangan dan pengelasan, tetapi dengan teknologi mesin dan robot canggih. Sekolah ini menginvestasikan dana besar untuk memperbarui fasilitas belajar agar sesuai dengan era digital.Namun berbeda dengan dulu, pekerjaan manual kini dianggap sebagai pekerjaan dengan keahlian tinggi dan penghasilan yang menguntungkan. Untuk menarik minat siswa, guru dan instruktur di SMA memberikan informasi tentang gaji pekerja pabrik baja yang cukup tinggi.Menurut pakar pendidikan John Mihm, perubahan minat ini dipicu oleh kekhawatiran akan dampak AI yang dapat menggantikan pekerja kantoran, sehingga profesi tangan kembali diminati karena sifatnya yang mandiri dan bergaji baik.Laporan dari Forum Ekonomi Dunia memperkirakan bahwa dalam beberapa tahun ke depan jutaan pekerjaan berisiko hilang akibat AI, terutama di bidang media, hiburan, dan olahraga. Namun, akan muncul profesi baru yang menyesuaikan kebutuhan industri modern.