Blokir AS Dorong Cambricon Tumbuh Pesat dan Kekayaan Chen Meningkat
Teknologi
Kecerdasan Buatan
18 Nov 2025
201 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Cambricon Technologies mengalami pertumbuhan pesat berkat dukungan pemerintah dan pembatasan akses dari AS.
Kekayaan Chen Tianshi meningkat tajam seiring dengan kenaikan saham perusahaan.
Posisi Nvidia sebagai pemimpin dalam teknologi chip dan AI sulit ditiru oleh perusahaan lain seperti Cambricon.
Pemerintahan Amerika Serikat, termasuk saat dipimpin oleh Presiden Donald Trump, memberlakukan blokir teknologi yang menghambat akses chip mutakhir China dari perusahaan seperti Nvidia. Namun, kebijakan ini ternyata tidak menghambat bisnis dalam negeri China, melainkan mendorong pengembangan teknologi lokal.
Salah satu yang paling merasakan dampak positifnya adalah Cambricon Technologies, sebuah perusahaan chip AI asal China. Dalam waktu 24 bulan, saham perusahaan ini melonjak lebih dari 765%, yang ikut meningkatkan nilai kekayaan pemiliknya, Chen Tianshi, hingga mencapai Rp 375.75 triliun (US$22,5 miliar) .
Peningkatan ini terjadi seiring desakan pemerintah China untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, termasuk melarang penggunaan chip Nvidia oleh instansi pemerintah. Cambricon mengambil peluang tersebut untuk mengembangkan produknya dan memperkuat posisi di pasar domestik.
Meski demikian, masih ada tantangan besar untuk bersaing dengan Nvidia, yang memiliki ekosistem teknologi luas bernama CUDA. Para ahli menilai terlalu dini untuk mengatakan apakah Cambricon bisa menjadi 'Nvidia-nya China' karena skala dan kompleksitas inovasi yang harus dicapai.
Cambricon sendiri didirikan pada tahun 2016 dan produknya sudah digunakan oleh perusahaan besar seperti Huawei untuk meningkatkan kemampuan ponsel pintar. Ke depan, perusahaan ini diharapkan terus tumbuh, namun keberhasilan mengimbangi perusahaan teknologi global masih perlu pembuktian.
Analisis Ahli
Shen Meng
Pertumbuhan pendapatan Cambricon yang eksplosif disebabkan titik awal yang rendah dan valuasi sekarang meningkat tanpa dukungan kebijakan berkelanjutan.Sunny Cheung
Terlalu dini mengatakan apakah Cambricon atau Huawei yang menjadi perancang desain AI terkemuka di China, akan jadi Nvidia-nya China karena full stack Nvidia termasuk ekosistem CUDA sulit untuk ditiru dengan cepat.

