Strategi Nvidia Agar Tetap Bertahan di China di Tengah Perang Dagang AS-China
Teknologi
Kecerdasan Buatan
03 Nov 2025
23 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Nvidia berusaha untuk tetap berbisnis di China meskipun terpengaruh oleh perang dagang.
Pujian Huang terhadap Trump menunjukkan harapan untuk perbaikan hubungan antara AS dan China.
Huang menekankan pentingnya tidak meremehkan kekuatan teknologi China, terutama dari perusahaan seperti Huawei.
Jensen Huang, CEO Nvidia, berusaha mempertahankan bisnis perusahaannya di China sekaligus memuji kebijakan Presiden Donald Trump. Dia yakin kebijakan tersebut bisa membantu Amerika Serikat tetap unggul dalam perlombaan kecerdasan buatan (AI).
Nvidia saat ini menghadapi tekanan besar karena perang dagang antara China dan AS yang menyebabkan pembatasan penjualan chip canggih. Nvidia berharap agar bisa kembali berbisnis secara optimal di China, terutama untuk menjual chip Blackwell yang baru.
Huang juga berharap pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan dapat membuka jalan negosiasi bisnis dan pelonggaran kontrol teknologi. Meskipun demikian, keputusan tetap berada di tangan pemerintah AS.
Trump sendiri menyatakan bahwa masalah semikonduktor telah dibahas dalam pertemuan dengan Presiden Xi serta akan melibatkan pihak-pihak seperti Nvidia untuk negosiasi lebih lanjut. Namun, pembahasan detail soal produk Blackwell tidak diumumkan.
Huang menekankan bahwa ketergantungan AI China sebenarnya baik untuk AS dan meremehkan kekuatan China dan Huawei merupakan kesalahan besar. Dia mengingatkan bahwa China telah mengembangkan teknologi chip AI yang kuat untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
Analisis Ahli
Kathy Chen (Analis teknologi global)
Memuji langkah Huang sebagai pendekatan diplomasi bisnis yang penting, tapi menekankan bahwa pengaruh kebijakan politik AS-China bisa menyebabkan ketidakpastian jangka panjang bagi perusahaan teknologi.
