Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AS Mulai Longgarkan Ekspor Chip AI ke China, Nvidia Siap Lewatkan Produk Baru

Teknologi
Kecerdasan Buatan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
20 Agt 2025
24 dibaca
1 menit
AS Mulai Longgarkan Ekspor Chip AI ke China, Nvidia Siap Lewatkan Produk Baru

Rangkuman 15 Detik

Kebijakan Donald Trump menunjukkan perubahan signifikan dalam pendekatan AS terhadap teknologi dan perdagangan dengan China.
Nvidia berusaha untuk tetap relevan di pasar China dengan meluncurkan produk baru meskipun ada batasan yang ketat.
Persaingan antara perusahaan teknologi AS dan China, seperti Nvidia dan Huawei, semakin ketat di sektor kecerdasan buatan.
Amerika Serikat membuka peluang bagi Nvidia untuk menjual chip kecerdasan buatan generasi terbaru ke China, sebuah perubahan kebijakan yang cukup signifikan dari pengetatan sebelumnya karena alasan keamanan nasional. Nvidia tengah menyiapkan chip khusus bernama B30A yang ukurannya lebih kuat dibandingkan model sebelumnya, H20, yang selama ini diizinkan beredar di pasar China dengan performa yang dibatasi. Presiden Donald Trump menyebut chip H20 sudah mulai usang dan bahkan membuka kemungkinan chip baru ini dijual dengan kemampuan yang lebih rendah sekitar 30-50 persen dari versi global agar tidak terlalu kuat. Langkah ini berpotensi memicu perdebatan besar di Washington, karena beberapa legislator dari Demokrat dan Republik sebelumnya sudah menolak pelonggaran ekspor chip AI yang dapat mengurangi keunggulan teknologi AS di sektor ini. Meskipun demikian, Nvidia dan banyak pihak berargumen bahwa menjaga hubungan komersial dengan China penting agar para pengembang tidak beralih ke produk lokal seperti Huawei, yang meski sudah berkembang namun masih tertinggal dalam beberapa aspek teknis.

Analisis Ahli

Andrew Ng
Pelonggaran ekspor chip AI bisa mempercepat pertumbuhan dan adopsi teknologi AI di China, yang pada akhirnya menjadi kompetitor serius bagi AS dalam bidang teknologi tinggi.
Kai-Fu Lee
Memberi akses chip AI canggih kepada China mungkin akan mendorong inovasi signifikan di negara tersebut, namun juga meningkatkan risiko persaingan teknologi yang belum pernah terjadi sebelumnya.