Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AS Buka Kembali Ekspor Chip NVIDIA ke China, Pasar AI Kembali Bergairah

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (8mo ago) artificial-intelligence (8mo ago)
20 Jul 2025
248 dibaca
2 menit
AS Buka Kembali Ekspor Chip NVIDIA ke China, Pasar AI Kembali Bergairah

Rangkuman 15 Detik

NVIDIA memperoleh kembali akses untuk menjual chip AI ke China setelah pemblokiran sebelumnya.
Negosiasi antara pemerintah AS dan China berpengaruh besar terhadap akses teknologi dan perdagangan.
Pasar AI di China dianggap sangat penting bagi pertumbuhan perusahaan-perusahaan teknologi AS.
Pemerintah Amerika Serikat memutuskan mencabut pembatasan ekspor chip teknologi tinggi pada NVIDIA ke pasar China setelah beberapa waktu melakukan pemblokiran. Hal ini menjadi kabar baik bagi perusahaan produsen chip tersebut karena sebelumnya pembatasan ini berdampak signifikan terhadap penjualan dan pendapatannya. Keputusan membuka blokir ini terkait dengan proses negosiasi antara kedua negara, terutama yang berkaitan dengan logam tanah jarang, bahan penting dalam industri teknologi. Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, mengumumkan rencana ini sebagai bagian dari upaya dialog konstruktif antara AS dan China. Jensen Huang, CEO NVIDIA, saat kunjungannya ke Beijing memberikan pujian kepada perusahaan-perusahaan teknologi China yang membuat model AI kelas dunia, seperti Deepseek, Alibaba, dan Tencent. Ia juga menegaskan pentingnya membangun kehadiran perusahaan di pasar China yang sangat besar dan dinamis. Dengan adanya pembukaan lisensi ekspor chip AI, NVIDIA diperkirakan akan kembali meraih pendapatan besar dari pasar penting tersebut. Saham perusahaan ini langsung naik 4% setelah berita tersebut beredar dan potensi kerugian akibat pembatasan diperkirakan bisa dihindari. Meskipun ada kabar Bytedance membantah mengajukan aplikasi lisensi ekspor chip, perusahaan lain seperti Tencent sedang dalam proses pengajuan. Keputusan AS membuka akses ekspor chip ini menunjukkan sinyal positif bagi hubungan bisnis dan teknologi antara kedua negara.

Analisis Ahli

dr. Andi Wijaya (Analis Teknologi)
Pembukaan akses ini merupakan tanda bahwa AS mulai menyeimbangkan antara proteksi keamanan nasional dengan kebutuhan ekonomi global terutama dalam teknologi AI yang sangat dinamis.
prof. Nina Kusuma (Ahli Hubungan Internasional)
Negosiasi terkait ekspor ini dapat memulai era baru dalam hubungan diplomatik dan bisnis AS-China, tapi tetap harus diawasi ketat agar tidak ada pelanggaran teknologi sensitif.