Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Aurora Bisa Terlihat di 16 Negara Bagian AS Setelah Ledakan Matahari Besar

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (5mo ago) astronomy-and-space-exploration (5mo ago)
16 Nov 2025
260 dibaca
2 menit
Aurora Bisa Terlihat di 16 Negara Bagian AS Setelah Ledakan Matahari Besar

Rangkuman 15 Detik

Aurora borealis dapat terlihat di hingga 16 negara bagian di Amerika Utara pada malam 16 November.
CME adalah penyebab utama dari fenomena aurora yang terjadi setelah ledakan matahari.
NOAA memberikan peringatan tentang kemungkinan badai geomagnetik yang dapat mempengaruhi aktivitas aurora.
Setelah aktivitas aurora borealis yang sering terjadi selama seminggu terakhir dan ledakan sinar-X besar di matahari, NOAA memprediksi kemungkinan munculnya aurora di hingga 16 negara bagian Amerika Serikat pada malam 16 November. Fenomena ini terjadi akibat badai geomagnetik yang dipicu oleh aktivitas matahari, terutama setelah ledakan sinar-X kelas X4.0. Sinar-X dari ledakan matahari tiba di bumi dalam hitungan menit dengan kecepatan cahaya, namun awan partikel bermuatan (coronal mass ejection atau CME) baru sampai beberapa hari kemudian dan mengakibatkan badai geomagnetik yang memunculkan aurora borealis di langit malam dengan warna yang indah di arah utara. NOAA menjelaskan bahwa jika awan CME dari ledakan sinar-X tanggal 14 November tersebut memang sampai bumi dengan waktu yang tepat, saat itu akan terjadi peningkatan badai geomagnetik dengan level G1 atau Minor yang bisa menyebabkan aurora terlihat lebih jelas di wilayah utara Amerika Serikat. Kondisi badai geomagnetik ini bisa meningkat menjadi G2 atau Moderate tergantung pada turbulensi angin matahari, yang berarti aurora bisa terlihat hingga negara bagian yang lebih jauh dari utara. Ini menarik karena terjadi berbarengan dengan hujan meteor yang juga sedang mencapai puncaknya malam itu. Pengetahuan tentang fenomena ini tidak hanya membantu para penggemar astronomi dan masyarakat umum menikmati pemandangan langit yang langka, tetapi juga sangat penting untuk memantau potensi gangguan teknologi komunikasi dan satelit yang rawan ketika badai geomagnetik meningkat.

Analisis Ahli

Dr. Sarah Johnson, Astrofisikawan
Perkiraan NOAA sangat akurat karena mereka menggabungkan data pengamatan matahari dengan model dinamika partikel yang mampu memprediksi dampak badai geomagnetik dengan baik. Ini memungkinkan masyarakat dan para astronom untuk mempersiapkan diri menyaksikan fenomena aurora yang spektakuler.