Fenomena Cahaya Utara Akan Terlihat di Banyak Wilayah AS Akibat Badai Matahari
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
10 Nov 2025
46 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Dua awan plasma besar dari matahari diperkirakan akan menyebabkan badai geomagnetik yang memungkinkan munculnya Cahaya Utara.
NOAA memperkirakan hingga 22 negara bagian di AS dapat melihat fenomena aurora ini.
Aktivitas matahari seperti CME dan flare kelas X dapat meningkatkan kemungkinan penampilan aurora.
Fenomena Cahaya Utara atau Aurora Borealis sering terlihat di wilayah kutub bumi, namun dalam beberapa hari ke depan, fenomena ini diperkirakan akan bisa dilihat dari beberapa negara bagian bagian utara di Amerika Serikat. Hal ini terjadi karena dua awan plasma besar yang meninggalkan matahari bergerak menuju Bumi dan memicu badai geomagnetik.
Menurut para ahli dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), badai geomagnetik kelas G2 atau bahkan G3 diperkirakan akan terjadi antara 10 hingga 12 November, menyebabkan tampilan aurora yang indah di beberapa wilayah utara dan Midwest AS, seperti New York, Idaho, dan mungkin hingga 22 negara bagian.
Fenomena ini muncul karena interaksi antara angin matahari yang berisi partikel bermuatan dengan medan magnet Bumi. Saat awan coronal mass ejections (CME) mencapai Bumi, partikel-partikel tersebut menghasilkan badai geomagnetik yang mampu menyebabkan aurora terlihat bahkan di lintang sedang.
Selain itu, sebuah ledakan flare matahari yang cukup besar pada 10 November meningkatkan kemungkinan munculnya tampilan aurora yang lebih spektakuler pada hari-hari berikutnya. Beberapa negara bagian di AS yang biasanya tidak melihat aurora pun berkesempatan menyaksikan fenomena ini.
Fenomena ini menjadi kesempatan langka bagi masyarakat untuk menikmati keindahan aurora yang biasanya hanya tampak di daerah kutub. Para ahli juga memperingatkan agar fenomena ini dipantau dengan cermat karena dampaknya terhadap sistem komunikasi dan kelistrikan yang sensitif terhadap badai geomagnetik.
Analisis Ahli
Dr. Tony Phillips (Ahli Astronomi NASA)
Fenomena aurora yang terjadi akibat badai geomagnetik dari CME ini menunjukkan pentingnya pemantauan aktivitas matahari untuk mempersiapkan dampaknya terhadap sistem komunikasi dan jaringan listrik di Bumi.Leif Svalgaard (Ahli Fisika Matahari)
Intensitas dan frekuensi flare serta CME yang meningkat menandakan siklus matahari masuk ke fase aktif yang akan membawa lebih banyak kejadian aurora hingga bahkan memperluas wilayah visibilitasnya.

