AI summary
Cahaya Utara mungkin terlihat di 12 negara bagian AS akibat aktivitas matahari. Hujan meteor Lyrids juga terjadi bersamaan dengan kemungkinan tampilan Cahaya Utara. Aktivitas matahari dapat tetap kuat meskipun berada dalam fase penurunan setelah puncak siklus solar. Lubang besar yang terbuka di atmosfer matahari menyebabkan ketidakstabilan angin matahari, yang dapat menghasilkan badai geomagnetik dan tampilan aurora di beberapa negara bagian AS. Lubang koronal besar ini berukuran sekitar 600.000 mil dan terlihat oleh pesawat ruang angkasa Solar Dynamics Observatory milik NASA.NOAA memprediksi aurora bisa terlihat di hingga 12 negara bagian AS, termasuk Alaska, Washington timur laut, Idaho utara, Montana, Dakota Utara, Dakota Selatan, Minnesota, Michigan utara, Wisconsin, Iowa, New York, dan Maine. Spaceweather.com merekomendasikan pengamat langit di Kanada dan negara bagian AS bagian utara untuk waspada terhadap aurora.Aktivitas magnetik matahari meningkat selama maksimum matahari, yang terjadi pada Oktober 2024. Namun, fase penurunan siklus matahari dapat memiliki peristiwa matahari yang sangat kuat, meskipun jumlah bintik matahari menurun. Lisa Upton dari Southwest Research Institute menyatakan bahwa periode penurunan ini tidak selalu berarti dampak yang lebih sedikit.
Fenomena lubang koronal yang memicu geomagnetic storms meskipun di fase penurunan siklus matahari cukup menarik dan menunjukkan betapa dinamisnya aktivitas matahari. Kondisi ini membuka peluang unik bagi pengamat langit di AS untuk menyaksikan aurora yang biasanya sulit terlihat di wilayah tersebut.