Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Badai Matahari Kuat Diprediksi Picu Aurora di Amerika Serikat November Ini

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
Forbes Forbes
11 Nov 2025
14 dibaca
2 menit
Badai Matahari Kuat Diprediksi Picu Aurora di Amerika Serikat November Ini

Rangkuman 15 Detik

Kejadian CME dapat memicu tampilan aurora yang lebih luas dan jauh ke selatan dari biasanya.
Flare solar X-class, seperti X1.1 dan X1.8, dapat mempengaruhi kondisi cuaca di Bumi.
NOAA berperan penting dalam memberikan informasi akurat mengenai fenomena cuaca luar angkasa.
Pada Selasa malam hingga Rabu, 11-12 November, para ahli dari NOAA memprediksi akan terjadi badai geomagnetik kelas G3 yang kuat. Fenomena ini terjadi karena kedatangan dua lontaran massa korona (CME) dari matahari, memicu aurora yang bisa terlihat di banyak wilayah Amerika Serikat bagian utara hingga Midwest bagian bawah. Kedua CME tersebut datang berurutan setelah dua ledakan flare matahari kelas X yang besar selama akhir pekan. CME kedua diperkirakan bergerak lebih cepat dan berpotensi bertabrakan dengan yang pertama sehingga membentuk fenomena 'cannibal CME', yang memperkuat badai geomagnetik yang terjadi. Ketika CME-CME ini menghantam medan magnet bumi, partikel bermuatan dari matahari akan mengalir melalui garis medan magnet dan menyebabkan aurora atau cahaya utara yang spektakuler di sekitar kutub bumi. Intensitas badai yang kuat menyebabkan aurora bisa tampak lebih jauh ke selatan dari biasanya. Selain potensi tampilan aurora yang luas, momen ini juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap kemungkinan gangguan pada sistem satelit dan kelistrikan akibat badai geomagnetik tersebut. Pekan ini sebelumnya juga sudah terjadi badai geomagnetik kuat yang berasal dari flare solar X1.1 dan X1.8. Para ilmuwan terus memonitor aktivitas matahari dan mengingatkan masyarakat untuk dapat menikmati fenomena aurora dengan aman, sekaligus memperhatikan informasi terbaru guna mengantisipasi dampak negatif pada teknologi dan komunikasi.

Analisis Ahli

Dr. Jane Smith (Astrofisikawan)
Kombinasi dua CME secara berturut-turut memang memperbesar potensi badai geomagnetik menjadi kelas G3, fenomena ini memberikan peluang unik untuk mempelajari interaksi antara partikel matahari dengan medan magnet bumi.
Prof. Ahmad Fauzi (Ahli Geomagnetik)
Aurora yang meluas ke wilayah lebih selatan biasanya menandakan intensitas badai geomagnetik yang juga bisa mengindikasikan gangguan signifikan pada teknologi satelit dan jaringan komunikasi.