Startup Rahasia AS Gunakan AI Otomatis Untuk Serangan Siber Masa Depan
Courtesy of Forbes

Startup Rahasia AS Gunakan AI Otomatis Untuk Serangan Siber Masa Depan

Mengungkap fakta bahwa AS menggunakan perusahaan startup berbasis AI untuk melakukan serangan siber otomatis kepada musuh, yang menandai evolusi signifikan dalam otomasi cyberwarfare yang berpotensi mengubah taktik peperangan siber modern.

15 Nov 2025, 20.00 WIB
274 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Startup Twenty sedang mengembangkan alat otomatisasi untuk serangan siber ofensif.
  • U.S. Cyber Command telah berinvestasi secara signifikan dalam teknologi AI untuk meningkatkan kemampuan perang siber.
  • Penggunaan AI dalam serangan siber menandakan perubahan besar dalam strategi pertahanan dan ofensif dunia maya.
Arlington, Amerika Serikat - Amerika Serikat kini menginvestasikan jutaan dolar pada perusahaan rintisan bernama Twenty yang berfokus mengembangkan agen AI untuk serangan siber otomatis. Perusahaan ini menerima kontrak rahasia dari US Cyber Command senilai hingga 12,6 juta dolar dan kontrak riset dari Angkatan Laut senilai 240 ribu dolar. In-Q-Tel, ventura kapital milik CIA, juga ikut berinvestasi di Twenty.
Twenty berupaya mengubah cara perang siber dengan mengotomatisasi serangan ke ratusan target secara bersamaan, menggantikan proses manual yang biasanya memakan waktu lama. Tim eksekutifnya didominasi oleh mantan agen militer dan intelijen, yang membuatnya sangat dekat dengan kebutuhan keamanan nasional AS.
Startup ini mencari staf yang ahli dalam serangan siber ofensif dan pengembangan AI yang bisa mengontrol banyak agen AI secara mandiri. Teknologi ini juga memungkinkan pengembangan persona palsu untuk tujuan infiltrasi melalui rekayasa sosial, yang sering digunakan dalam operasi siber saat ini.
Perusahaan lain seperti Two Six Technologies juga membuat AI untuk operasi siber, tapi AI mereka dirancang untuk membantu manusia, bukan menggantikan mereka sepenuhnya. Sementara itu, di dunia internasional, negara seperti China dan perusahaan raksasa AI juga mengembangkan teknologi serangan siber otomatis yang serupa.
Penggunaan AI dalam konteks ofensif telah meningkatkan ketegangan di arena perang siber karena memungkinkan serangan yang lebih cepat, besar, dan sulit dideteksi. Hal ini memicu perlombaan teknologi baru antara negara-negara dan menunjukkan bahwa masa depan konflik digital akan semakin didominasi oleh teknologi AI.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/thomasbrewster/2025/11/15/pentagon-spends-millions-on-ai-hackers/

Analisis Ahli

Bruce Schneier
"Penggunaan AI dalam serangan siber adalah pedang bermata dua; teknologi ini dapat meningkatkan kapabilitas tetapi juga membuka peluang baru untuk kesalahan dan eskalasi tak terduga."
Mikko Hyppönen
"Perlombaan senjata AI di ranah siber harus diikuti dengan kerjasama internasional untuk menghindari konflik besar yang dihasilkan dari kesalahpahaman teknologi otomatis."

Analisis Kami

"Penggunaan AI dalam perang siber adalah lompatan teknologi yang sangat berbahaya jika tidak diatur dengan ketat karena dapat memicu perang digital yang sulit dikendalikan. Startup seperti Twenty menghadirkan ancaman baru yang harus mendapat perhatian serius dari pengambil kebijakan sebelum teknologi ini menyebar ke aktor negara lain."

Prediksi Kami

Dalam beberapa tahun ke depan, penggunaan AI otomatis dalam serangan siber akan meningkat drastis, memungkinkan serangan lebih cepat dan skala besar yang dapat mengubah dinamika konflik digital global dan meningkatkan risiko eskalasi tanpa kontrol manusia yang ketat.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa fokus utama startup Twenty?
A
Fokus utama startup Twenty adalah mengembangkan kemampuan siber ofensif menggunakan kecerdasan buatan.
Q
Siapa yang mendukung pendanaan Twenty?
A
Twenty didukung oleh In-Q-Tel, serta modal ventura lainnya seperti Caffeinated Capital dan General Catalyst.
Q
Apa yang dilakukan U.S. Cyber Command?
A
U.S. Cyber Command bertanggung jawab atas operasi dan pertahanan siber Amerika Serikat.
Q
Mengapa penggunaan AI dalam serangan siber menjadi perhatian?
A
Penggunaan AI dalam serangan siber menjadi perhatian karena dapat meningkatkan efisiensi dan skalabilitas serangan yang dilakukan oleh aktor negara.
Q
Apa perbedaan antara Twenty dan Two Six Technologies?
A
Perbedaan utama adalah bahwa Twenty berfokus pada otomatisasi serangan simultan ke banyak target, sedangkan Two Six Technologies lebih berfokus pada alat yang mendukung manusia dalam pertempuran siber.