OpenAI Dapat Kontrak Rp 3.34 triliun ($200 Juta) dari Pentagon untuk AI Keamanan Nasional
Teknologi
Kecerdasan Buatan
17 Jun 2025
264 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
OpenAI telah mendapatkan kontrak senilai $200 juta dengan Departemen Pertahanan AS untuk mengembangkan alat AI.
Kebijakan penggunaan OpenAI yang sebelumnya melarang penggunaan teknologi untuk militer telah diubah.
AI Safety Institute kini lebih berfokus pada keamanan nasional daripada keselamatan AI secara umum.
OpenAI kini resmi bekerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat melalui kontrak senilai Rp 3.34 triliun ($200 juta) . Mereka akan membuat alat kecerdasan buatan yang bisa membantu pertahanan dan operasi militer. Ini menandai perubahan serius karena OpenAI dulu melarang teknologinya digunakan untuk perang dan militer.
Kontrak ini adalah bagian dari inisiatif baru OpenAI untuk memberikan teknologi canggihnya kepada pegawai pemerintah di tingkat federal, negara bagian, dan lokal. Meski terbuka untuk keamanan nasional, penggunaan teknologi harus tetap sesuai aturan perusahaan yang melarang pengembangan senjata atau tindakan merugikan lainnya.
OpenAI akan fokus mengembangkan AI untuk berbagai kebutuhan, seperti meningkatkan layanan kesehatan bagi anggota militer dan keluarganya, memperbaiki pengelolaan data program serta akuisisi, dan mendukung pertahanan siber yang lebih proaktif dan efektif. Proyek berlangsung hingga Juli 2026 dengan pelaksanaan di Washington, DC.
Sebelumnya, OpenAI sudah bermitra dengan Anduril Industries untuk memasukkan AI ke sistem anti-drone. Selain OpenAI, perusahaan teknologi lain seperti Anthropic, Google, dan Meta juga mulai bekerja sama dengan pemerintah AS untuk menyediakan model AI yang disesuaikan bagi kepentingan pertahanan dan intelijen.
Langkah ini sejalan dengan perubahan kebijakan pertahanan AS yang lebih memfokuskan pada risiko keamanan nasional dalam pengembangan AI. Dengan dukungan dari berbagai perusahaan AI besar, militer AS berupaya memanfaatkan teknologi canggih untuk menghadapi tantangan keamanan di masa depan.


