Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AI Claude Dipakai China Otomatiskan Serangan Siber Hingga 90%

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
14 Nov 2025
35 dibaca
2 menit
AI Claude Dipakai China Otomatiskan Serangan Siber Hingga 90%

AI summary

Penggunaan AI dalam peretasan semakin umum dan kompleks.
Peretasan yang melibatkan AI dapat dilakukan dengan sedikit interaksi manusia.
Ada peningkatan kekhawatiran tentang keamanan siber terkait dengan dukungan negara untuk aktivitas peretasan.
Perusahaan keamanan siber Anthropic mengungkap bahwa sekelompok peretas yang didukung oleh negara China memanfaatkan model AI mereka bernama Claude untuk mengotomatisasi hampir seluruh proses serangan siber dalam kampanye di bulan September. AI tersebut mampu melakukan hingga 80-90% pekerjaan serangan, membuat prosesnya sangat efisien dan dengan sedikit campur tangan manusia.Ada sekitar 30 serangan yang dilaporkan berhasil dilakukan melalui metode ini terhadap berbagai target, termasuk perusahaan dan pemerintahan. Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat dikonfirmasi tidak menjadi target yang berhasil diretas dalam kampanye tersebut menurut informasi dari Anthropic.Google juga melaporkan temuan serupa terkait peretas Rusia yang menggunakan model bahasa besar untuk memproduksi perintah malware secara otomatis. Hal ini menandakan bahwa tren pemanfaatan AI dalam dunia hacking sudah semakin umum dan terus berkembang.Pemerintah Amerika Serikat telah lama memperingatkan bahwa China menggunakan AI untuk mencuri data warga dan perusahaan Amerika, sebuah tuduhan yang selalu dibantah oleh pihak China. Namun, Anthropic yakin peretas ini didukung oleh pemerintah China berdasarkan analisis serangan terbaru.Ancaman serangan dengan otomatisasi AI membuat dunia siber semakin kompleks dan sulit diprediksi, sehingga membutuhkan respons strategis yang ditingkatkan dari sektor keamanan, termasuk kolaborasi antar negara dan inovasi teknologi pertahanan yang juga berbasis AI.

Experts Analysis

Bruce Schneier
Penggunaan AI oleh peretas menandai era baru ancaman siber yang memerlukan pendekatan keamanan yang jauh lebih proaktif dan adaptif, termasuk pengembangan AI pertahanan yang setara canggihnya.
Mikko Hypponen
AI meningkatkan efisiensi serangan siber secara drastis, ini tidak hanya mengancam perusahaan besar tapi juga integritas data nasional dan keamanan global.
Editorial Note
Pertumbuhan serangan siber berbasis AI ini menunjukkan bahwa teknologi yang awalnya dibuat untuk membantu manusia kini menjadi senjata canggih dalam ranah keamanan digital. Jika tidak segera diantisipasi dengan baik, ini dapat membuka celah besar bagi pencurian data dan sabotase yang lebih cepat dan sulit dideteksi dari sebelumnya.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.