NASA Meluncurkan Roket untuk Memahami Dampak Badai Aurora di Termosfer Bumi
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
27 Mar 2025
26 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Eksperimen NASA bertujuan untuk memahami dampak substorm auroral terhadap termosfer.
Peluncuran roket dilakukan pada waktu yang strategis untuk memaksimalkan hasil eksperimen.
Perubahan dalam atmosfer dapat memiliki konsekuensi signifikan bagi teknologi komunikasi dan navigasi.
Pada tanggal 25 Maret 2025, dua roket NASA diluncurkan dari Alaska dan menciptakan pertunjukan cahaya biru dan jejak uap putih yang indah di langit malam, bersamaan dengan Cahaya Utara. Peluncuran ini adalah bagian dari eksperimen bernama AWESOME, yang bertujuan untuk memahami bagaimana substorm auroral mempengaruhi termosfer Bumi, yaitu lapisan atmosfer yang terletak antara 50 hingga 563.27 km (350 mil) di atas permukaan Bumi. Para ilmuwan berharap eksperimen ini dapat membantu memprediksi cuaca luar angkasa dengan lebih akurat, yang penting untuk komunikasi dan navigasi.
Roket-roket tersebut diluncurkan saat substorm auroral terjadi, dan para ilmuwan sudah siap karena mereka yakin substorm akan muncul setelah equinox. Ini adalah waktu ketika medan magnet Bumi berfungsi dengan baik untuk menerima angin matahari. Warna aurora yang terlihat tergantung pada ketinggian; warna hijau paling umum terlihat pada ketinggian 50 hingga 110 mil, sedangkan warna merah muncul di ketinggian lebih dari 150 mil. Kedua warna ini dihasilkan oleh molekul oksigen di atmosfer.
Analisis Ahli
Mark Conde
Eksperimen ini memungkinkan peramalan cuaca antariksa yang lebih sederhana namun akurat, membantu operasi komunikasi dan navigasi di masa depan.

