Permintaan Tinggi Chip Nvidia Blackwell di Tengah Hambatan Pasar China
Teknologi
Kecerdasan Buatan
11 Nov 2025
170 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Permintaan chip Nvidia Blackwell tetap tinggi meski ada kendala bisnis di China.
Nvidia bekerja sama dengan sejumlah produsen memori untuk mengatasi kekurangan pasokan.
Jensen Huang berharap untuk melonggarkan larangan bisnis yang dikenakan terhadap Nvidia di China.
Nvidia menghadapi tantangan besar untuk menjalankan bisnisnya di China karena larangan pemerintah Amerika Serikat yang tidak memperbolehkan penjualan chip canggih ke China. Meskipun demikian, permintaan chip terbaru dari Nvidia, bernama Blackwell, masih sangat tinggi di pasar global.
CEO Nvidia, Jensen Huang, menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya membuat chip GPU saja, tetapi juga CPU dan berbagai komponen lain yang mendukung ekosistem chip Blackwell. Nvidia bekerja sama erat dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) yang memproduksi wafer chip untuk perusahaan tersebut.
TSMC mengonfirmasi bahwa permintaan wafer dari Nvidia sangat besar, meskipun mereka tidak menyebutkan angka pasti. Hal ini menunjukkan bahwa produksi chip Nvidia terus meningkat untuk memenuhi permintaan pasar meski ada pembatasan dagang.
Untuk mengatasi kekurangan memori yang biasanya juga terjadi dalam produksi chip, Nvidia bekerja sama dengan tiga produsen memori besar, yaitu SK Hynix, Samsung, dan Micron. Ketiganya sudah meningkatkan kapasitas produksi untuk mendukung kebutuhan Nvidia.
Jensen Huang juga berharap agar kebijakan larangan penjualan chip kepada China bisa dilonggarkan. Ia yakin bahwa keberadaan Nvidia di China penting untuk kepentingan bersama antara Amerika Serikat dan China, dan menjalin kerja sama lebih baik akan menguntungkan kedua negara.
Analisis Ahli
Klaus-Dieter Schaefer (Analis Teknologi Semikonduktor)
Permintaan chip yang tinggi menunjukkan bahwa Nvidia berhasil mempertahankan posisi dominan meski ada hambatan politik. Namun, ketergantungan pada pihak ketiga seperti TSMC membuat Nvidia rentan pada gangguan rantai pasok global.

