Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Jensen Huang Kecewa China Larang Chip Nvidia di Tengah Ketegangan AS-China

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (6mo ago) artificial-intelligence (6mo ago)
18 Sep 2025
268 dibaca
2 menit
Jensen Huang Kecewa China Larang Chip Nvidia di Tengah Ketegangan AS-China

Rangkuman 15 Detik

Jensen Huang merasa kecewa dengan larangan China terhadap chip Nvidia.
Nvidia sedang beradaptasi dengan situasi geopolitik yang mempengaruhi proyeksi keuangannya.
Perusahaan-perusahaan besar di China seperti Bytedance dan Alibaba terpengaruh oleh kebijakan pemerintah mereka terkait pembelian chip.
CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan kekecewaannya terkait larangan pemerintah China menggunakan chip Nvidia, khususnya model RTX Pro 6000D yang dikhususkan untuk pasar China. Larangan ini diberlakukan di tengah kondisi ketegangan geopolitik antara China dan Amerika Serikat yang memengaruhi perdagangan teknologi. Huang menjelaskan bahwa meskipun Nvidia memberikan kontribusi besar ke pasar China, keputusan tersebut merupakan bagian dari agenda politik yang lebih besar antara dua negara tersebut. Ia juga menyampaikan pemahaman terhadap kebijakan pemerintah yang terlibat dalam situasi ini. Dalam konferensi pers di London, Huang mengumumkan bahwa Nvidia tidak akan memasukkan pasar China dalam proyeksi keuangan mereka karena ketidakpastian akibat kendala pemerintahan dan peraturan yang berlaku. Larangan ini juga melibatkan perusahaan-perusahaan besar seperti Bytedance dan Alibaba. Sebelumnya, Nvidia sempat mendapatkan izin ekspor chip AI ke China setelah negosiasi dengan pemerintah AS, termasuk komitmen penjualan pasar China memberikan persentase tertentu untuk pemerintah AS. Meski demikian, kondisi bisnis Nvidia di China tetap mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, Jensen Huang menegaskan komitmen Nvidia untuk terus mendukung pengembangan kecerdasan buatan di China dan AS, dengan mengikuti kebijakan yang ditetapkan masing-masing pemerintah. Nvidia berusaha menjaga keseimbangan antara kepentingan geopolitik dan perkembangan teknologi.

Analisis Ahli

Klaus Schwab
Ketegangan teknologi antara kekuatan besar adalah contoh nyata bagaimana globalisasi dan persaingan strategis saling berhadapan, memperlihatkan perlunya kerjasama internasional dalam pengembangan teknologi AI yang aman dan beretika.