AS Perkuat Kerja Sama Mineral dengan ASEAN Hadapi Pembatasan China
Bisnis
Ekonomi Makro
27 Okt 2025
98 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Ketegangan geopolitik antara AS dan China memengaruhi pasar global, terutama dalam sektor logam tanah jarang.
AS mencari alternatif pasokan dari negara-negara ASEAN untuk mengurangi ketergantungan pada China.
Kesepakatan dagang yang dihasilkan meningkatkan kerja sama ekonomi dan mengurangi hambatan tarif antara AS dan negara-negara tetangga Indonesia.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan China memuncak karena AS melakukan pembatasan teknologi terhadap China, yang dibalas dengan pembatasan ekspor logam tanah jarang oleh China. Logam ini sangat penting untuk pengembangan senjata dan peralatan militer Amerika Serikat.
Presiden Donald Trump kemudian berusaha mencari pasokan logam tanah jarang dari negara-negara tetangga Indonesia, yaitu Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Kamboja. Trump menandatangani beberapa kesepakatan dagang penting dengan negara-negara tersebut saat menghadiri KTT ASEAN di Kuala Lumpur.
Dalam perjanjian ini, AS dan empat negara ASEAN sepakat menghapus beberapa hambatan tarif untuk produk Amerika dan memperluas akses pasar. Vietnam juga berjanji akan meningkatkan pembelian produk AS agar kesenjangan perdagangan antara kedua negara berkurang.
Malaysia dan Thailand juga berkomitmen untuk memperkuat kerja sama di sektor mineral penting agar ketergantungan pada pasokan dari China bisa dikurangi. Malaysia bahkan setuju tidak membatasi ekspor rare earth ke AS, sementara China dikabarkan sedang bekerja sama dengan Malaysia untuk membangun fasilitas pengolahan rare earth.
Selain perdagangan mineral, kesepakatan ini juga mencakup peningkatan kerja sama di bidang digital, jasa, investasi, dan perlindungan tenaga kerja. Thailand dan Malaysia memberi fasilitas tambahan seperti pelonggaran kepemilikan asing dan pembebasan tarif dengan proyek pembelian pesawat dan impor gas alam dari AS yang bernilai miliaran dolar.
Analisis Ahli
Joseph Nye (Profesor Hubungan Internasional)
Strategi AS mencoba menggabungkan kekuatan keras dan lunak dengan diplomasi ekonomi di Asia Tenggara, namun kesuksesan jangka panjang akan bergantung pada kemampuan AS membangun kepercayaan dan kerjasama berkelanjutan.Minxin Pei (Pengamat China dan Politik Asia)
China dipastikan tidak akan mundur dari dominasi pasokan mineral jarang, dan kemungkinan besar akan memperkuat jaringan kerjasama regionalnya untuk melawan upaya AS.
