Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AS Desak Vietnam Kurangi Teknologi China untuk Perkuat Rantai Pasokan Lokal

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (9mo ago) macro-economics (9mo ago)
16 Jun 2025
120 dibaca
2 menit
AS Desak Vietnam Kurangi Teknologi China untuk Perkuat Rantai Pasokan Lokal

Rangkuman 15 Detik

Vietnam dihadapkan pada tekanan untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi China dalam produksi.
Pemerintah AS mengancam akan memberlakukan tarif tinggi jika Vietnam tidak memenuhi permintaan tersebut.
Pengusaha lokal di Vietnam merasa kesulitan untuk memenuhi permintaan pemerintah karena kurangnya teknologi dan waktu.
Pemerintah Amerika Serikat yang dipimpin Presiden Donald Trump sedang bernegosiasi dengan Vietnam agar mengurangi penggunaan teknologi dari China dalam produk yang dirakit di Vietnam sebelum diekspor ke AS. Vietnam merupakan pusat manufaktur besar yang memasok produk untuk perusahaan teknologi besar dunia seperti Apple, Samsung, Meta, dan Google. Namun, sebagian besar komponen yang digunakan dalam produksi masih berasal dari China. AS memberikan tekanan dengan ancaman memberlakukan tarif tinggi sebesar 46% pada produk Vietnam yang tidak mengurangi ketergantungan terhadap teknologi China. Hal ini membuat harga produk Vietnam di pasar AS bisa sangat mahal sehingga mengurangi daya saing. Pemerintah Vietnam merespon dengan mengadakan pertemuan khusus bersama para pebisnis lokal untuk mendorong peningkatan penggunaan komponen buatan lokal. Para pengusaha lokal Vietnam pada umumnya siap beradaptasi dengan permintaan pemerintah, tetapi mereka memperingatkan bahwa perubahan secara mendadak dapat merusak bisnis mereka. Mereka juga membutuhkan teknologi yang memadai dan waktu agar mampu mengembangkan komponen lokal yang dapat menggantikan produk China. Saat ini Vietnam masih jauh tertinggal dalam hal skala dan kecanggihan rantai pasokan dibandingkan China. Negosiasi tarif antara AS dan Vietnam ditargetkan selesai sebelum tanggal penetapan tarif baru berlaku pada awal Juli 2025. Di tengah diskusi ini, Kepala Partai Komunis Vietnam, To Lam, dijadwalkan akan bertemu langsung dengan Presiden Trump untuk membahas isu tersebut. Sementara itu, kedua negara terus mencari solusi untuk restrukturisasi rantai pasokan yang lebih berkelanjutan. Meski Vietnam sedang berusaha mengejar pengembangan ekosistem industri dengan pemasok lokal, hal ini masih membutuhkan waktu yang panjang untuk menyaingi posisi China yang memiliki rantai pasokan maju dan biaya produksi lebih murah. Perubahan mendadak dalam praktik dagang juga berpotensi mempengaruhi hubungan baik antara Vietnam dan China.