Tarif Berat Trump: Perang Dagang AS dengan Mitra Besar Semakin Memanas
Finansial
Kebijakan Fiskal
13 Mar 2025
16 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kebijakan tarif yang dikenakan oleh Trump dapat memicu perang dagang dengan mitra dagang utama.
Kanada dan Uni Eropa menunjukkan ketidakpuasan terhadap kebijakan tarif AS dengan merencanakan tindakan balasan.
Negosiasi perdagangan menjadi penting untuk menghindari konflik ekonomi yang lebih besar antara AS dan negara-negara lain.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menerapkan tarif sebesar 25% untuk semua impor baja dan aluminium sebagai langkah untuk melindungi industri dalam negeri yang sedang terpuruk. Langkah ini memicu reaksi dari negara-negara mitra dagang, seperti Kanada dan Uni Eropa, yang juga mengumumkan tarif balasan terhadap produk-produk AS. Kanada, misalnya, mengenakan tarif tambahan pada barang-barang dari AS senilai hampir Rp 501.00 triliun ($30 miliar) , sementara Uni Eropa menargetkan produk AS senilai Rp 467.60 triliun ($28 miliar) .
Selain itu, Trump juga mengancam untuk mengenakan tarif lebih tinggi pada Kanada dan Meksiko terkait isu perdagangan dan imigrasi. Sementara itu, China yang memiliki defisit perdagangan terbesar dengan AS, mulai menerapkan tarif pada berbagai produk pertanian dari AS sebagai balasan. Semua tindakan ini menunjukkan ketegangan dalam hubungan perdagangan internasional dan dampaknya terhadap ekonomi masing-masing negara.
Analisis Ahli
Joseph Stiglitz
Tarif proteksionis semacam ini cenderung menimbulkan efek negatif jangka panjang terhadap ekonomi global dan merugikan konsumen serta pekerja AS sendiri.Klaus Schwab
Ketegangan perdagangan berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia dan menghambat inovasi karena mengganggu rantai pasok global.

