Waspada! Modus Penipuan Siber Menyerang Karyawan Perusahaan dengan Cara Profesional
Teknologi
Keamanan Siber
20 Okt 2025
91 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kejahatan siber semakin canggih dengan berbagai modus yang menargetkan karyawan perusahaan.
Penting bagi perusahaan untuk mendidik karyawan tentang tanda-tanda penipuan dan cara melindungi informasi sensitif.
Menggunakan teknik rekayasa sosial, penjahat dapat memanfaatkan kepercayaan dan situasi darurat untuk mencapai tujuan mereka.
Perusahaan kini menjadi incaran utama penjahat siber yang menggunakan berbagai teknik penipuan untuk menipu karyawan. Modus yang digunakan terlihat sangat profesional dan meyakinkan sehingga membuat banyak orang jatuh ke dalam perangkapnya.
Salah satu modus penipuan adalah pelaku yang mengaku sebagai dukungan teknis dan menghubungi karyawan di akhir pekan, mengklaim ada aktivitas aneh di komputer kerja dan meminta informasi login untuk mengatasinya dari jarak jauh.
Penjahat siber juga sering menyamar sebagai CEO atau manajer penting untuk meminta transfer uang dengan alasan darurat. Mereka menggunakan teknik rekayasa sosial yang sangat halus agar korban percaya dan mau mengikuti permintaan tersebut.
Skema lainnya adalah pembajakan percakapan email bisnis dengan membuat domain email yang mirip dan menggunakan data komunikasi yang bocor agar terlihat meyakinkan saat berinteraksi dengan korban.
Tren terbaru juga menunjukkan penjahat menyamar sebagai lembaga penegak hukum palsu untuk meminta data resmi dari perusahaan teknologi dan lembaga lain, yang nantinya digunakan untuk serangan lebih lanjut.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Serangan rekayasa sosial adalah salah satu ancaman terbesar yang selalu mengeksploitasi sisi manusia, bukan teknologi. Solusinya adalah pendekatan menyeluruh termasuk budaya keamanan dan pelatihan yang konsisten.Mikko Hyppönen
Penggunaan domain mirip dan kredensial email asli membuktikan bahwa keamanan email tradisional sudah tidak cukup. Perusahaan harus mengadopsi autentikasi berlapis dan pemantauan intensif terhadap aktivitas komunikasi.

