Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Waspada Iklan Berbahaya dengan Captcha Palsu Sebarkan Malware di PC Windows

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (8mo ago) cyber-security (8mo ago)
12 Jul 2025
276 dibaca
2 menit
Waspada Iklan Berbahaya dengan Captcha Palsu Sebarkan Malware di PC Windows

Rangkuman 15 Detik

Kejahatan siber semakin canggih dan menggunakan teknik baru untuk mencuri data.
Pengguna harus waspada terhadap iklan berbahaya dan halaman Captcha palsu.
Penting untuk selalu berpikir kritis sebelum mengikuti perintah yang mencurigakan secara daring.
Kejahatan siber terus berkembang dengan teknik baru yang semakin canggih untuk mencuri informasi pengguna internet, termasuk data penting seperti rekening bank. Baru-baru ini, Kaspersky menemukan adanya serangan siber yang menggunakan iklan web berbahaya untuk menargetkan pengguna PC Windows. Modus serangannya adalah iklan yang menutupi layar web dan mengarahkan pengguna ke halaman Captcha palsu serta pesan kesalahan Chrome palsu. Tujuannya adalah untuk mengelabui pengguna agar mengunduh malware berbahaya bernama Lumma stealer. Lumma stealer ini mampu mencuri berbagai data sensitif seperti aset kripto, cookie, dan pengelola kata sandi. Malware juga dapat mengambil tangkapan layar, mengakses layanan jarak jauh, dan mengontrol perangkat korban. Serangan ini tercatat sudah terjadi lebih dari 140.000 kali pada bulan September dan Oktober 2024, dengan korban terbanyak berasal dari Brasil, Spanyol, Italia, dan Rusia. Pengguna disarankan untuk selalu waspada dan jangan mudah mengikuti perintah yang mencurigakan di browser atau saat mengklik iklan. Ahli keamanan dari Kaspersky, Vasily Kolesnikov, mengingatkan bahwa modus baru ini menggunakan jaringan distribusi iklan yang besar dan skenario serangan yang canggih sehingga bisa menargetkan banyak pengguna. Oleh karena itu, pemeriksaan kritis sebelum berinteraksi dengan konten daring sangat penting.

Analisis Ahli

Vasily Kolesnikov
Serangan terbaru ini memperlihatkan perluasan jaringan distribusi dan penggunaan skenario baru yang menjangkau lebih banyak korban, sehingga pengguna harus berpikir kritis terhadap setiap perintah yang muncul secara daring.