Bunni Resmi Tutup Setelah Diretas, Dana Rp120 Miliar Hilang
Finansial
Mata Uang Kripto
23 Okt 2025
140 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Bunni akan tutup permanen setelah eksplotasi yang menguras dana.
Proses untuk meluncurkan kembali protokol membutuhkan biaya dan waktu yang tidak dapat ditangani oleh tim Bunni.
Bunni telah mengopen-source smart contracts mereka untuk digunakan oleh pengembang lain.
Bunni adalah sebuah bursa terdesentralisasi atau DEX yang beroperasi dengan teknologi Uniswap v4. Pada awal September, Bunni mengalami serangan peretasan yang berhasil mengambil sekitar 8,4 juta dolar dari sistem mereka. Serangan ini menargetkan BunniHub, kontrak pintar utama yang berjalan di Ethereum dan jaringan layer-2 Unichain.
Setelah serangan tersebut, tim Bunni menghadapi kendala besar karena mereka kesulitan mendapatkan dana untuk melakukan audit keamanan dan pengawasan yang dibutuhkan untuk meluncurkan kembali protokol secara aman. Biaya yang diperlukan untuk hal ini diperkirakan mencapai ratusan ribu hingga jutaan dolar, sehingga mereka memutuskan untuk menutup Bunni secara permanen.
Meski menutup platform, Bunni masih membuka layanan penarikan dana di situs web mereka agar para pengguna bisa mendapatkan kembali aset digital mereka. Selain itu, rencana distribusi dana treasury yang tersisa akan dibagikan kepada pemegang token BUNNI, LIT, dan veBUNNI, kecuali untuk tim pengembangnya sendiri. Proses distribusi ini masih dalam tahap pengecekan kepatuhan hukum.
Untuk memberikan manfaat jangka panjang, tim Bunni juga mengumumkan bahwa mereka sudah membuka kode sumber v2 smart contract di bawah lisensi MIT. Ini memungkinkan pengembang lain menggunakan berbagai fitur inovatif Bunni seperti surge fees, distribusi likuiditas, dan rebalancing otomatis dalam proyek mereka sendiri.
Meskipun menjadikan proyek ini berakhir, tim Bunni berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan penegak hukum untuk melacak pelaku peretasan dan berupaya mengembalikan dana yang hilang. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi protokol DeFi lain mengenai pentingnya keamanan dan kesiapan dalam menghadapi risiko.
Analisis Ahli
Vitalik Buterin
Peretasan pada protokol DeFi menunjukkan kebutuhan kritis untuk audit dan pengujian keamanan yang lebih ketat sebelum peluncuran, serta pengelolaan dana darurat untuk mitigasi risiko.Andre Cronje
Pengelolaan dana dan kesiapan operasional setelah insiden harus diperhatikan dengan serius agar ekosistem DeFi dapat bertahan dan belajar dari kegagalan ini.