Bunni dan Kadena Tutup Usaha, Krisis Keamanan dan Pasar Kripto Makin Parah
Finansial
Mata Uang Kripto
23 Okt 2025
261 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Bunni dan Kadena adalah dua proyek kripto yang mengalami penutupan akibat eksploitasi dan kondisi pasar yang buruk.
Bunni kehilangan sekitar $8,4 juta akibat eksploitasi yang terjadi di jaringan Ethereum.
Proyek Bunni akan mendistribusikan aset tersisa kepada pemegang token setelah menyelesaikan proses hukum.
Bunni, sebuah protokol likuiditas terdesentralisasi yang dibangun di atas Uniswap v3, memutuskan untuk menutup operasi secara permanen setelah mengalami serangan hacker yang mencuri dana sebesar 8,4 juta dolar. Serangan ini terjadi pada jaringan layer-2 Unichain dan Ethereum, menyebabkan semua fungsi kontrak pintar dibekukan.
Tim Bunni mengungkapkan bahwa diperlukan biaya audit dan pengawasan keamanan dalam kisaran enam hingga tujuh digit untuk bisa memulihkan sistem, namun dana tersebut tidak tersedia. Selain itu, pengembangan kembali protokol bakal memakan waktu berbulan-bulan dan upaya bisnis yang tidak dapat mereka penuhi dalam kondisi pasar saat ini.
Meski begitu, pengguna masih dapat menarik asetnya melalui situs web Bunni hingga pemberitahuan lebih lanjut. Proyek ini juga berencana mendistribusikan sisa dana kasnya kepada pemegang token BUNNI, LIT, dan veBUNNI, tapi karyawan tim tidak akan mendapatkan bagian dari distribusi tersebut.
Sebagai bagian dari proses penutupan, Bunni mengalihkan lisensi kontrak versi dua dari Business Source License (BUSL) ke lisensi MIT yang lebih terbuka, agar pengembang lain dapat menggunakan teknologi inovatif mereka seperti Fungsi Distribusi Likuiditas, surge fees, dan mekanisme rebalancing otomatis secara bebas.
Penutupan Bunni ini terjadi hanya sehari setelah Kadena, sebuah perusahaan blockchain besar, juga mengumumkan penghentian bisnisnya karena memburuknya kondisi pasar. Situasi ini menunjukkan tekanan besar yang sedang dihadapi industri kripto secara global akibat peretasan dan tantangan ekonomi.
Analisis Ahli
Andreas Antonopoulos
Situasi ini menggarisbawahi pentingnya keamanan dan manajemen risiko dalam pengembangan protokol DeFi untuk menjaga kepercayaan pengguna dan kelangsungan industri.Laura Shin
Kejadian ini bukan hanya soal serangan hacker, tapi juga sinyal kuat bahwa pasar kripto harus beradaptasi dengan kondisi ekonomi global yang sedang lesu.