Binance Bayar 283 Juta Dolar Setelah Aset Kripto Melepas Nilai Patokan
Finansial
Mata Uang Kripto
14 Okt 2025
188 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Binance memberikan kompensasi besar untuk membangun kembali kepercayaan pengguna pasca likuidasi.
Depeg aset selama volatilitas pasar dapat menyebabkan konsekuensi serius bagi trader.
Langkah-langkah pencegahan yang diambil oleh Binance menunjukkan pentingnya transparansi dan respons cepat dalam industri crypto.
Pada tanggal 10 Oktober, pasar kripto mengalami penurunan tajam yang menyebabkan tiga aset utama di Binance kehilangan nilai patokan sementara. Aset tersebut yaitu USDe, BNSOL, dan wBETH, yang berfungsi sebagai token standar bagi pengguna di berbagai produk perdagangan.
Kehilangan nilai patokan ini memicu gelombang likuidasi pada banyak posisi pengguna yang menggunakan token tersebut sebagai jaminan. Binance kemudian menghitung kerugian berdasarkan harga likuidasi dibandingkan dengan harga pasar referensi pada tengah malam UTC hari berikutnya.
Binance merespons dengan membayar kompensasi sebesar 283 juta dolar AS kepada para pengguna yang terdampak hanya dalam waktu 24 jam. Mereka juga mengonfirmasi bahwa sistem inti platform tetap berfungsi dengan baik selama kejadian ini dan bahwa gangguan disebabkan oleh volatilitas pasar, bukan oleh kegagalan teknis internal.
Selain itu, Binance mengakui adanya keterlambatan pada transfer internal dan produk Earn, dan berjanji melakukan kompensasi otomatis dalam waktu 72 jam untuk pengguna yang terdampak masalah tersebut. Mereka juga akan terus memantau aktivitas mencurigakan dan melaporkannya ke regulator jika ditemukan.
Untuk mencegah kejadian serupa, Binance telah memperbarui metode penghitungan harga dengan memasukkan harga redemptive dalam indeks harga dan menetapkan ambang batas minimum harga untuk USDe. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas nilai aset dan mengurangi risiko likuidasi besar di masa depan.
Analisis Ahli
Anthony Clarke
Pembayaran cepat sebesar 283 juta dolar AS bukan hanya menutupi kerugian finansial, tapi juga strategi penting untuk menjaga kepercayaan pengguna di tengah tekanan pasar dan sorotan regulasi.