Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Universitas AS Tolak Compact Trump yang Ancaman Kebebasan Akademik dan Riset

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
management-and-strategy (5mo ago) management-and-strategy (5mo ago)
20 Okt 2025
109 dibaca
2 menit
Universitas AS Tolak Compact Trump yang Ancaman Kebebasan Akademik dan Riset

Rangkuman 15 Detik

Universitas-universitas terkemuka menolak tawaran kompak dari pemerintahan Trump untuk menjaga kebebasan akademik.
Kompak tersebut dapat membatasi penerimaan mahasiswa berdasarkan faktor-faktor diskriminatif.
Tindakan pemerintah dapat mengancam pendanaan riset dan kebebasan berpikir di institusi pendidikan tinggi.
Pemerintahan Trump mengajukan tawaran compact kepada berbagai universitas AS untuk menyelaraskan kebijakan penerimaan mahasiswa, perekrutan, dan penelitian dengan prioritas pemerintahannya. Jika universitas menolak, mereka berisiko kehilangan dana riset federal. Namun, banyak ilmuwan dan beberapa universitas menolak tawaran ini karena dianggap mengancam kebebasan akademik dan kualitas riset. Enam dari sembilan universitas yang pertama kali diundang menolak compact tersebut, termasuk Massachusetts Institute of Technology dan University of Virginia. Alasan utama penolakan adalah dampak negatif terhadap kebebasan akademik dan potensi adanya pembatasan yang diskriminatif dalam penerimaan mahasiswa, seperti larangan mempertimbangkan jenis kelamin, ras, atau kewarganegaraan. Compact ini juga mengatur hal-hal kontroversial, seperti batasan maksimum 15% mahasiswa internasional per universitas dan kewajiban memberikan kuliah gratis untuk mahasiswa program ilmu keras jika universitas memiliki dana abadi yang besar. Beberapa universitas seperti Columbia dan Brown harus membayar sejumlah besar uang untuk memulihkan dana riset yang dibekukan selama konflik dengan pemerintah. Billionaire Marc Rowan berperan dalam penyusunan compact tersebut, dengan alasan ingin memperbaiki sistem pendidikan tinggi yang dianggap rusak, serta melindungi kebebasan berbicara dan mendorong keunggulan akademik. Namun, banyak pihak melihat langkah ini sebagai serangan politik terhadap universitas yang dianggap terlalu liberal oleh pemerintahan Trump. Seiring Trump memperluas tawaran ini ke seluruh universitas di AS, banyak kalangan akademisi dan universitas terus menyuarakan kekhawatiran atas potensi kerusakan jangka panjang pada riset dan pendidikan tinggi di negara itu. Penolakan terhadap compact menjadi simbol perlawanan terhadap campur tangan politik dalam dunia akademik.

Analisis Ahli

Caitlin Hicks Pries
Pendanaan riset harus didasarkan pada kualitas ilmu pengetahuan, bukan pada kepatuhan terhadap agenda politik.
Sally Kornbluth
Kepemimpinan ilmu pengetahuan AS bergantung pada pemikiran independen dan persaingan terbuka.
Kerry Emanuel
Pemerintah bisa memberikan syarat pada dana, tapi hal ini harus melalui proses legislatif, bukan lewat kebijakan sepihak.