Kasus Pencurian XRP 3 Juta Dolar dan Bahaya Perusahaan Pemulihan Palsu
Finansial
Mata Uang Kripto
20 Okt 2025
136 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Pentingnya memahami cara kerja dompet cryptocurrency dan potensi risiko yang terlibat.
Banyak perusahaan yang menawarkan layanan pemulihan dana setelah pencurian mungkin tidak dapat diandalkan dan hanya mencari keuntungan.
Kasus ini menggarisbawahi tantangan dalam memerangi pencucian uang dan kejahatan siber di tingkat internasional.
Seorang pensiunan asal Amerika Serikat bernama Brandon LaRoque mengalami pencurian aset kripto senilai 3 juta dolar dari dompet Ellipal miliknya yang ia kira aman sebagai penyimpanan dingin. Tabungan hidupnya yang sudah dikumpulkan sejak 2017 dalam bentuk XRP langsung lenyap setelah seed phrase dompetnya secara tidak sengaja diimpor ke aplikasi yang membuat asetnya berubah menjadi dompet panas dan rentan diserang.
Penyelidikan blockchain yang dilakukan oleh ZachXBT menemukan bahwa pelaku melakukan sekitar 120 transaksi jembatan dari Ripple ke Tron dan kemudian menyalurkan dana tersebut ke jaringan Huione yang baru-baru ini disanksi oleh otoritas AS karena aktivitas pencucian uang dari berbagai tindak kriminal.
Sebuah masalah besar muncul setelah pencurian dimana lebih dari 95% perusahaan yang menawarkan jasa pemulihan dana kripto ternyata merupakan predator. Mereka mengenakan biaya sangat tinggi namun hanya memberikan laporan yang dasar dan tidak membantu korban dalam merebut kembali aset mereka.
Kasus ini juga membuka diskusi tentang pentingnya edukasi nyata bagi pengguna crypto, khususnya dalam memahami perbedaan antar jenis dompet digital agar tidak salah langkah yang justru membuka celah keamanan. Desain aplikasi yang membingungkan berpotensi menyesatkan pengguna awam dan meningkatkan risiko kehilangan dana.
Meskipun peluang untuk memulihkan uang LaRoque sangat kecil akibat jaringan pencucian uang lintas negara yang rumit, kasus ini menjadi pengingat keras bahwa risiko kedua yang mengancam korban bukan hanya dari hacker, namun juga dari mereka yang mengaku bisa membantu namun sebenarnya menjerat korban dalam jebakan biaya mahal dan janji palsu.
Analisis Ahli
ZachXBT
Lebih dari 95% perusahaan pemulihan adalah predator yang hanya memberikan laporan dasar tanpa solusi nyata, memanfaatkan keresahan korban pencurian kripto.