Serangan Rekayasa Sosial Rugikan Korban 91,4 Juta Dolar Bitcoin di 2025
Finansial
Mata Uang Kripto
22 Agt 2025
34 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Serangan sosial terus menjadi ancaman besar bagi investor kripto.
Pencucian uang melalui alat privasi seperti Wasabi Wallet semakin umum.
Tahun 2025 menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dengan kerugian besar dalam industri kripto.
Pada tanggal 19 Agustus 2025, terjadi serangan rekayasa sosial besar yang berhasil mencuri 783 Bitcoin senilai 91,4 juta dolar Amerika Serikat. Penyerang menyamar sebagai agen dukungan dompet perangkat keras dan berhasil mengelabui korban agar memberikan kredensial dompet mereka.
Metode serangan ini menjadi salah satu modus penipuan yang marak dalam dunia kripto selama setahun terakhir, yang menyebabkan banyak kehilangan besar. Korban tidak hanya dihadapkan pada risiko keamanan teknologi, namun juga penipuan psikologis yang canggih.
Setelah dana berhasil dicuri, uang tersebut kemudian dicuci melalui serangkaian transfer dan masuk ke Wasabi Wallet, sebuah alat privasi yang dirancang untuk mempersulit pelacakan transaksi digital. Proses pelacakan dana menjadi semakin sulit dengan adanya penggunaan teknologi privasi tersebut.
Serangan ini terjadi tepat satu tahun setelah sebuah pencurian besar terhadap kreditor Genesis senilai 243 juta dolar AS, yang menimbulkan reaksi keras di dunia kripto dan melibatkan penangkapan 12 pelaku di California pada bulan Mei.
Secara keseluruhan, tahun 2025 menjadi tahun yang sangat buruk bagi investor kripto dengan total kerugian mencapai 3,1 miliar dolar AS di enam bulan pertama akibat serangkaian peretasan dan penipuan yang terjadi secara global.
Analisis Ahli
Andreas Antonopoulos
Serangan berbasis rekayasa sosial menyoroti kerentanannya manusia dalam keamanan kripto, sehingga pelatihan dan edukasi tetap menjadi benteng utama dalam perlindungan aset digital.Vitalik Buterin
Privasi yang terlalu tinggi seperti penggunaan Wasabi Wallet memang penting, tapi penyeimbangan antara transparansi dan privasi perlu dipikirkan untuk memudahkan penelusuran aktivitas ilegal.