Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Circuit Breakers Tradisional Gagal Atasi Krisis Volatilitas Crypto DeFi

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (5mo ago) cryptocurrency (5mo ago)
18 Okt 2025
291 dibaca
2 menit
Mengapa Circuit Breakers Tradisional Gagal Atasi Krisis Volatilitas Crypto DeFi

Rangkuman 15 Detik

DeFi memiliki karakteristik unik yang membuat penerapan circuit breakers dari pasar tradisional menjadi sulit.
Volatilitas yang tinggi dalam cryptocurrency dapat menyebabkan likuidasi besar-besaran, mengancam trader yang menggunakan leverage.
Sistem Desentralisasi seperti Uniswap dan Aave menunjukkan ketahanan mereka selama krisis likuiditas.
Pada Jumat lalu, pasar cryptocurrency mengalami penurunan harga yang sangat tajam ketika lebih dari 19 miliar dolar AS dalam posisi leverage dilepaskan secara otomatis. Peristiwa ini menimbulkan volatilitas pasar yang luar biasa, sehingga beberapa ahli mempertanyakan efektivitas mekanisme seperti circuit breakers yang biasa digunakan di pasar saham tradisional. Circuit breakers adalah alat yang secara otomatis menghentikan sementara perdagangan ketika harga bergerak terlalu cepat dalam waktu singkat. Mekanisme ini dirancang untuk memberikan waktu kepada investor untuk menilai situasi dan mencegah kepanikan berlebihan. Namun, pasar tradisional sangat berbeda dengan pasar DeFi yang berlangsung secara desentralisasi dan global. DeFi memanfaatkan smart contracts yang berjalan secara otomatis tanpa pengawasan entitas tunggal. Akibatnya, tidak ada 'tombol mati' tunggal yang bisa menghentikan seluruh jaringan atau perdagangan aset secara menyeluruh. Platform DeFi seperti Uniswap, Aave, dan dYdX tetap beroperasi meskipun terjadi krisis likuiditas yang berat. Para market makers seperti Wintermute mengaku harus mundur dari pasar saat terjadi tekanan besar, yang memperparah kondisi pasar. Penggunaan leverage yang tinggi juga menjadi faktor utama likuidasi besar-besaran tersebut. Itu menunjukkan bahwa masalah dalam pasar DeFi bukan hanya soal teknologi, tapi juga perilaku dan risiko trader yang harus dikelola dengan bijak. Beberapa ahli seperti Gregory Xethalis berpendapat bahwa solusi yang diterapkan di pasar tradisional sebaiknya tidak langsung diterapkan di pasar baru seperti DeFi. Pasar ini memerlukan rancangan mekanisme risiko yang baru yang sesuai dengan karakteristik uniknya, sebab mekansime lama bisa saja memperburuk kondisi pasar akibat dislokasi harga dan arbitrase global.

Analisis Ahli

Amanda Tuminelli
Menekankan bahwa tidak ada kontrol terpusat dalam DeFi karena kode yang bersifat autonomous, yang membuat circuit breakers tradisional tidak relevan.
Gregory Xethalis
Menggarisbawahi risiko dislokasi harga akibat penerapan circuit breakers dalam pasar yang tersebar dan arbitrase terus menerus seperti DeFi, serta pentingnya solusi yang sesuai dengan pasar baru.