Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Krisis Likuidasi Besar di Pasar Kripto: Lebih dari 20 Miliar Hilang Dalam Hitungan Jam

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (6mo ago) cryptocurrency (6mo ago)
12 Okt 2025
216 dibaca
2 menit
Krisis Likuidasi Besar di Pasar Kripto: Lebih dari 20 Miliar Hilang Dalam Hitungan Jam

Rangkuman 15 Detik

Peristiwa likuidasi besar menghapus lebih dari $20 miliar dari pasar kripto.
Likuiditas menjadi masalah utama di pasar terpusat, sedangkan DeFi terbukti lebih tahan terhadap likuidasi.
Kondisi pasar dapat pulih setelah likuidasi, menciptakan peluang bagi trader yang memiliki dana siap pakai.
Pada hari Jumat terjadi penurunan harga yang sangat tajam di pasar kripto, menyebabkan lebih dari 20 miliar dolar AS hilang dari nilai pasar. Penurunan ini dipicu oleh hilangnya likuiditas dan tekanan untuk memperkecil posisi (deleveraging) yang memaksa penutupan kontrak derivatif, terutama perpetual futures atau 'perps'. Bitcoin mengalami penurunan hingga 13% dalam waktu satu jam, sementara token lain dengan likuiditas lebih rendah bahkan jatuh drastis, termasuk salah satunya token ATOM yang sempat turun mendekati nol di beberapa bursa sebelum akhirnya pulih. Hal ini menyebabkan terbukanya likuidasi senilai sekitar 65 miliar dolar AS yang menghapus sebagian besar posisi terbuka. Dalam situasi seperti ini, bursa kripto menggunakan berbagai mekanisme darurat seperti auto-deleveraging, yang secara otomatis menutup posisi lawan yang menguntungkan ketika dana dari sisi kalah tidak cukup untuk membayar pemenang. Selain itu, vault likuiditas seperti Hyperliquid HLP memberikan likuiditas tambahan dengan membeli aset dalam kondisi discount dan kemudian menjualnya ketika harga rebound. Berbeda dengan bursa terpusat, liquidasi di platform DeFi relatif lebih rendah karena protokol lending umumnya menerima collateral berkualitas tinggi seperti Bitcoin dan Ethereum, serta fitur keamanan seperti harga USDe yang dipatok ke nilai 1 dolar. Meskipun demikian, USDe sendiri sempat diperdagangkan di bawah nilai tersebut di bursa terpusat sehingga berpotensi menyebabkan likuidasi bagi pengguna yang menjadikannya sebagai margin. Setelah penurunan tajam ini, harga-harga mulai pulih dan posisi pasar menjadi lebih bersih dengan open interest yang jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, volatilitas yang tinggi dan perbedaan harga antara bursa menandakan bahwa risiko likuidasi dan dislokasi harga tetap ada, terutama untuk token dengan likuiditas rendah.

Analisis Ahli

Jonathan Man
Likuidasi besar ini lebih dari sekedar angka besar yang hilang, melainkan menunjukkan bagaimana likuiditas dan mekanisme proteksi di bursa kripto diuji secara ekstrem dan bagaimana protokol Ethereum dan Bitcoin tetap menjadi penyangga utama di tengah kekacauan pasar.