TLDR
Teknologi baru CSIRO dapat meningkatkan pemulihan emas dan mengurangi risiko lingkungan dari penggunaan sianida. Proses ekstraksi emas bebas sianida telah berhasil diterapkan secara komersial oleh Clean Mining. Inovasi di bidang ekstraksi emas terus berkembang, termasuk metode yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penggunaan sianida dalam ekstraksi emas telah lama menimbulkan berbagai masalah lingkungan dan kesehatan di seluruh dunia, termasuk akibat tumpahan limbah beracun yang merusak ekosistem air dan lahan pertanian. Oleh karena itu, sangat penting untuk menemukan solusi yang dapat mengurangi dampak negatif tersebut sambil meningkatkan efisiensi produksi emas.Para ilmuwan di CSIRO, badan riset nasional Australia, telah menciptakan teknologi baru bernama Sustainable Gold Cyanidation Technology yang mampu memulihkan sianida dan beberapa logam berharga dari limbah tailing emas, sekaligus mengurangi senyawa beracun yang tersisa. Teknologi ini telah menjalani uji coba laboratorium selama satu bulan dan siap untuk demonstrasi lapangan skala lebih besar.Selain itu, tim CSIRO sebelumnya juga berhasil mengembangkan proses ekstraksi emas tanpa sianida yang menggunakan thiosulphate non-toksik. Teknologi ini telah diserahkan kepada perusahaan komersial Clean Mining setelah uji coba di Australia Barat, menandakan keberhasilan penelitian ini dalam konteks praktis.Di sisi lain, para peneliti di Flinders University juga memperkenalkan metode ramah lingkungan lain menggunakan trichloroisocyanuric acid yang diaktifkan dengan air garam untuk melarutkan emas dari bijih dan limbah elektronik. Pendekatan ini menjanjikan pengurangan limbah beracun dalam proses ekstraksi emas.Dengan semakin meningkatnya produksi pertambangan emas di dunia, teknologi-teknologi baru ini sangat penting untuk mengurangi risiko lingkungan dan memperbaiki hasil produksi. Para peneliti berharap dapat bermitra dengan industri untuk melanjutkan pengujian dan penerapan teknologi agar hasilnya dapat meningkatkan keberlanjutan industri emas.