OpenAI Hentikan Video AI Martin Luther King Jr. Setelah Protes Keluarga
Teknologi
Kecerdasan Buatan
17 Okt 2025
110 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
OpenAI menangguhkan penggunaan gambar Martin Luther King Jr. setelah keluhan dari keluarganya.
Keluarga tokoh sejarah kini memiliki kontrol lebih besar atas penggunaan citra mereka di platform AI.
Isu privasi pasca kematian menjadi perhatian dalam penggunaan teknologi deepfake.
OpenAI mengumumkan penghentian pembuatan video deepfake Martin Luther King Jr. di aplikasi sosial Sora setelah muncul keluhan dari keluarga dan estate King yang menilai konten tersebut tidak menghormati sosoknya. Video AI menampilkan tokoh ini dalam cara yang kasar dan tidak pantas, sehingga permintaan penghentian segera dilakukan.
Perusahaan juga memperkenalkan kebijakan baru yang memperbolehkan perwakilan resmi atau pemilik hak waris dari tokoh-tokoh terkenal untuk memilih apakah citra mereka bisa digunakan dalam video AI di platform tersebut. Hal ini bertujuan untuk memberikan kontrol dan melindungi nama baik serta kesan tokoh tersebut.
Sebelumnya, OpenAI juga menghadapi kontroversi terkait penggunaan konten berhak cipta yang dihasilkan dalam aplikasi ini, sehingga mereka melakukan perubahan kebijakan menuju sistem opt-in khusus untuk karya yang dilindungi hak cipta. Pendekatan serupa akan dijalankan untuk pengelolaan citra figur sejarah dan publik.
Isu ini memunculkan perdebatan karena tidak ada aturan federal yang jelas soal penggunaan citra seseorang yang telah meninggal, tetapi ada beberapa hukum protektif di tingkat negara bagian, seperti California. OpenAI menyesuaikan diri dengan konteks aturan tersebut agar tidak melanggar privasi atau hak keluarga tokoh yang bersangkutan.
Kebijakan baru ini menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan etis penggunaan teknologi AI yang semakin maju, di mana penghormatan terhadap hak dan perasaan pihak terkait harus seimbang dengan kebebasan berekspresi pengguna internet.
Analisis Ahli
Legal Expert
Perlindungan terhadap citra dan nama seseorang, khususnya figur publik yang sudah meninggal, memang area abu-abu secara hukum di AS. Inisiatif OpenAI untuk mengizinkan opt-out dari penggunaan likeness adalah langkah tepat untuk mengurangi risiko gugatan hukum.AI Ethics Researcher
Penggunaan AI dalam mereplikasi citra tokoh sejarah harus dijalankan dengan kode etik yang kuat agar teknologi ini tidak diperalat menyebarkan kekeliruan atau konten menyinggung.

