AI summary
Bitcoin mengalami penurunan tajam akibat ancaman tarif oleh Donald Trump. Investasi saat ini lebih mengarah pada emas dibandingkan Bitcoin karena volatilitas yang lebih rendah. Proyeksi harga Bitcoin menunjukkan potensi kenaikan meskipun saat ini mengalami penurunan. Bitcoin menghadapi awal Oktober yang penuh gejolak karena ketidakpastian kebijakan Amerika Serikat, khususnya ancaman tarif 100% Presiden Trump terhadap barang China. Harga Bitcoin melonjak di awal bulan saat investor mencari perlindungan dari risiko shutdown, lalu turun tajam pada hari Jumat lalu.Sementara Bitcoin turun sekitar 8% dalam sebulan terakhir, harga emas justru meroket mencapai rekor tertinggi lebih dari 4,200 dolar, naik 16% sebagai aset lindung nilai yang lebih stabil dan didukung pembelian bank sentral.Penurunan Bitcoin diperparah oleh likuidasi besar di pasar derivatif kripto, dengan likuidasi senilai lebih dari 19 miliar dolar di futures dan posisi leverage yang memaksa penutupan otomatis. Seorang whale juga melakukan short sell senilai 192 juta dolar yang memberi tekanan jual tambahan.Meskipun demikian, para analis dan pelaku pasar seperti JPMorgan dan Citi tetap optimistis dengan prospek jangka panjang Bitcoin. Mereka memprediksi harga Bitcoin akan kembali naik mendekati 165,000 dolar tahun ini, bahkan hingga 181,000 dolar pada 2026.Investor dan pakar mencatat bahwa meskipun saat ini kapital cenderung memilih emas karena risiko yang lebih rendah, Bitcoin memiliki potensi kuat sebagai aset baru yang akan kembali mendapat perhatian sebagai lindung nilai di masa depan.
Fluktuasi tajam Bitcoin di awal Oktober menandakan pasar kripto masih sangat rentan terhadap faktor eksternal dan sentimen ekstrem, terutama karena leverage dan likuidasi besar. Namun, potensi jangka panjangnya tetap menarik mengingat peranannya sebagai aset alternatif yang unik, walaupun investor harus siap menghadap volatilitas tinggi.