Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bitcoin Anjlok karena Tarif AS-China, Tapi Kenaikan Baru Bisa Terjadi Tahun Ini

Finansial
Mata Uang Kripto
YahooFinance YahooFinance
23 Okt 2025
183 dibaca
2 menit
Bitcoin Anjlok karena Tarif AS-China, Tapi Kenaikan Baru Bisa Terjadi Tahun Ini

Rangkuman 15 Detik

Bitcoin mengalami penurunan harga setelah mencapai ATH yang baru.
Geoffrey Kendrick memprediksi bahwa penurunan harga Bitcoin bisa menjadi kesempatan terakhir untuk membeli di harga enam angka.
Ada beberapa faktor yang dapat mendorong pemulihan harga Bitcoin dalam waktu dekat.
Bitcoin mencapai titik tertinggi baru sebesar Rp 2.11 juta ($126.198) ,07 pada awal Oktober 2025, sebuah rekor yang menggembirakan para investor kripto. Namun, kegembiraan ini tidak bertahan lama karena ketegangan geopolitik yang tiba-tiba memicu kekhawatiran di pasar, khususnya ancaman tarif besar dari Amerika Serikat terhadap China. Hal ini menyebabkan harga Bitcoin turun drastis dalam beberapa hari berikutnya. Ketidakpastian tinggi di pasar global membuat Bitcoin berjuang untuk pulih. Dalam 24 jam terakhir sebelum laporan ini dibuat, Bitcoin diperdagangkan di sekitar Rp 1.80 juta ($107.770) ,36, turun 3,8%. Beberapa analis percaya periode penurunan ini bisa segera berakhir dan Bitcoin akan kembali ke tren kenaikan yang kuat. Geoffrey Kendrick dari Standard Chartered menyatakan bahwa penurunan harga Bitcoin di bawah angka Rp 1.67 triliun ($100.000 m) ungkin tidak dapat dihindari. Namun, dia juga optimistis bahwa penurunan ini hanya sementara dan justru membuka peluang beli Bitcoin dengan harga enam digit yang sangat menarik sebelum harga naik tajam. Ada beberapa alasan yang mendukung kemungkinan rebound Bitcoin, termasuk rotasi modal investor dari emas ke aset kripto, potensi Federal Reserve yang akan mengakhiri kebijakan pengetatan moneter, dan tren positif teknikal di mana Bitcoin mampu bertahan di atas moving average 50 minggu sejak awal 2023. Dalam ramalannya pada awal Oktober, Kendrick memperkirakan harga Bitcoin bisa mencapai Rp 3.34 juta ($200.000) pada akhir tahun 2025. Meski saat ini ada kondisi pasar yang sulit, keyakinan pada masa depan Bitcoin tetap kuat, menjadikannya aset yang sangat menarik untuk diperhatikan dalam waktu dekat.

Analisis Ahli

Geoffrey Kendrick
Bitcoin dianggap masih rentan terhadap pengaruh makroekonomi dan ketegangan perang dagang, sehingga penurunan di bawah $100.000 dianggap 'inevitable' namun bersifat sementara sebelum akhirnya mencapai puncak baru di $200.000.