AI summary
Investor mulai beralih ke posisi Bitcoin yang menghasilkan hasil seiring dengan penurunan harga emas. Pertemuan antara Trump dan Xi Jinping diharapkan dapat memberikan sinyal positif untuk pasar. Kenaikan nilai kunci dalam protokol DeFi menunjukkan adanya kepercayaan jangka panjang terhadap Bitcoin. Pada akhir Oktober, harga Bitcoin mengalami kenaikan signifikan setelah melewati periode volatilitas berat yang dipicu oleh kebijakan tarif perdagangan dan penutupan pemerintahan AS. Investor mulai mengalihkan modal dari emas yang melemah ke protokol DeFi berbasis Bitcoin untuk memperoleh hasil investasi yang lebih menguntungkan.Dalam 10 hari sejak pertengahan Oktober, Bitcoin berhasil pulih hampir 10% dari $103,500 ke $113,800, sementara harga emas turun sekitar 6% dari rekor tertinggi $4,381. Hal ini menunjukkan pergeseran sentimen pasar dari safe-haven tradisional ke aset digital yang menguntungkan.Pertemuan Presiden Trump dengan Presiden Xi Jinping di Korea menjadi momentum penting yang dapat mempengaruhi arah pasar selanjutnya. Selain itu, keputusan kebijakan The Federal Reserve juga sangat dinantikan oleh para pelaku pasar untuk mengantisipasi langkah selanjutnya.Selain pergerakan harga, data on-chain mengungkapkan bahwa ada tambahan sebesar $400 juta nilai total terkunci (TVL) di protokol DeFi Bitcoin, menandakan keyakinan investor terhadap prospek jangka panjang aset kripto. Analis ternama pun mencatat bahwa Bitcoin kini lebih menyerupai aset teknologi dan investasi dibanding hanya sebagai lindung nilai seperti emas.Namun, ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi yang masih berlanjut menjadi faktor risiko yang harus diperhatikan. Jika situasi membaik, Bitcoin berpotensi naik ke level $115.000 hingga $118.000, tapi jika kebijakan ekonomi menjadi lebih ketat, bisa terjadi penurunan hingga sekitar $109.000.
Pergerakan modal yang signifikan ke protokol DeFi Bitcoin menunjukkan bahwa investor semakin percaya pada ruang kripto sebagai sumber pendapatan pasif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Meski demikian, volatilitas tinggi masih menjadi risiko utama yang harus diperhitungkan sebelum memasuki posisi jangka panjang.