Bitcoin Naik, Investor Alihkan Rp 6.68 triliun ($400 Juta) Saat Trump-Pertemuan Xi di Korea
Finansial
Mata Uang Kripto
27 Okt 2025
299 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Investor mulai beralih ke posisi Bitcoin yang menghasilkan hasil seiring dengan penurunan harga emas.
Pertemuan antara Trump dan Xi Jinping diharapkan dapat memberikan sinyal positif untuk pasar.
Kenaikan nilai kunci dalam protokol DeFi menunjukkan adanya kepercayaan jangka panjang terhadap Bitcoin.
Pada akhir Oktober, harga Bitcoin mengalami kenaikan signifikan setelah melewati periode volatilitas berat yang dipicu oleh kebijakan tarif perdagangan dan penutupan pemerintahan AS. Investor mulai mengalihkan modal dari emas yang melemah ke protokol DeFi berbasis Bitcoin untuk memperoleh hasil investasi yang lebih menguntungkan.
Dalam 10 hari sejak pertengahan Oktober, Bitcoin berhasil pulih hampir 10% dari Rp 1.73 miliar ($103,500 k) e Rp 1.90 miliar ($113,800) , sementara harga emas turun sekitar 6% dari rekor tertinggi Rp 73.16 juta ($4,381) . Hal ini menunjukkan pergeseran sentimen pasar dari safe-haven tradisional ke aset digital yang menguntungkan.
Pertemuan Presiden Trump dengan Presiden Xi Jinping di Korea menjadi momentum penting yang dapat mempengaruhi arah pasar selanjutnya. Selain itu, keputusan kebijakan The Federal Reserve juga sangat dinantikan oleh para pelaku pasar untuk mengantisipasi langkah selanjutnya.
Selain pergerakan harga, data on-chain mengungkapkan bahwa ada tambahan sebesar Rp 6.68 triliun ($400 juta) nilai total terkunci (TVL) di protokol DeFi Bitcoin, menandakan keyakinan investor terhadap prospek jangka panjang aset kripto. Analis ternama pun mencatat bahwa Bitcoin kini lebih menyerupai aset teknologi dan investasi dibanding hanya sebagai lindung nilai seperti emas.
Namun, ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi yang masih berlanjut menjadi faktor risiko yang harus diperhatikan. Jika situasi membaik, Bitcoin berpotensi naik ke level Rp 1.92 juta ($115.000) hingga Rp 1.97 juta ($118.000) , tapi jika kebijakan ekonomi menjadi lebih ketat, bisa terjadi penurunan hingga sekitar Rp 1.82 juta ($109.000) .
Analisis Ahli
Lyn Alden
Bitcoin kini lebih mengarah sebagai aset teknologi dan investasi yang memberikan yield dibandingkan hanya sebagai lindung nilai statis seperti emas, sehingga lebih menarik bagi manajer portofolio.