AI summary
Regulasi yang tidak konsisten di berbagai yurisdiksi dapat menyebabkan risiko bagi stabilitas keuangan global. Praktik 'forum shopping' oleh perusahaan crypto meningkatkan tantangan dalam pengawasan dan regulasi. MiCA merupakan langkah signifikan menuju harmonisasi regulasi crypto, tetapi masih ada tantangan dalam implementasinya. Perusahaan crypto sedang memanfaatkan perbedaan aturan di berbagai negara untuk menghindari regulasi yang ketat. Hal ini terjadi karena pasar aset digital global bernilai 4 triliun dolar AS memiliki regulasi yang terfragmentasi dan tidak merata.Laporan dari Financial Stability Board (FSB) mengungkap adanya celah besar yang dapat menimbulkan risiko bagi stabilitas keuangan dunia. Berbagai negara mengatur crypto dengan cara yang berbeda, sehingga memudahkan perusahaan untuk memilih lokasi dengan pengawasan paling ringan.Pengawasan lintas batas masih lemah dan tidak konsisten, sehingga sulit bagi regulator untuk mengontrol potensi risiko yang meluas. Bank besar juga semakin terlibat dengan aset crypto, yang bisa meningkatkan risiko terhadap sistem keuangan tradisional.Tidak adanya regulasi yang mengatur penggunaan leverage dalam pasar crypto juga menimbulkan ancaman kegagalan berantai saat terjadi tekanan pasar. Kurangnya pelaporan dari layanan crypto semakin menyulitkan pengawasan yang efektif.Meski Uni Eropa sudah mulai menerapkan regulasi MiCA sebagai upaya harmonisasi, implementasinya belum merata. FSB mengimbau agar negara-negara meningkatkan kerja sama lintas batas dan menutup celah regulasi demi menjaga stabilitas pasar crypto dan keuangan global.
Ketidakkonsistenan regulasi crypto di seluruh dunia merefleksikan ketidaksiapan lembaga keuangan untuk menghadapi inovasi aset digital secara holistik. Harmonisasi regulasi dan peningkatan pengawasan lintas negara adalah kunci agar industri ini tumbuh berkelanjutan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan global.