Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

UE Mendesak Regulasi Ketat untuk Cegah Risiko Sistemik Stablecoin Lintas Negara

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
YahooFinance YahooFinance
03 Okt 2025
81 dibaca
2 menit
UE Mendesak Regulasi Ketat untuk Cegah Risiko Sistemik Stablecoin Lintas Negara

Rangkuman 15 Detik

ESRB memanggil tindakan kebijakan segera untuk mengatasi kerentanan stabilcoin.
Stabilcoin dominan seperti Tether memegang pangsa pasar yang signifikan, menunjukkan pertumbuhan di sektor ini.
Regulasi yang ketat di UE dapat berisiko jika tidak ada perlindungan yang memadai untuk stabilcoin yang diterbitkan di luar wilayah tersebut.
Stablecoin adalah jenis mata uang kripto yang dirancang untuk memiliki nilai stabil dengan mengaitkan nilainya pada aset seperti mata uang tradisional. Saat ini, pasar stablecoin telah tumbuh pesat dengan nilai total pasar lebih dari 300 miliar dolar AS, didominasi oleh stablecoin berbasis dolar seperti Tether (USDT). Uni Eropa melalui European Systemic Risk Board (ESRB) yang dipimpin oleh Christine Lagarde mengeluarkan peringatan terkait risiko pasar stablecoin yang melibatkan penerbit dari dalam dan luar Uni Eropa. Mereka memperingatkan bahwa kemudahan akses dan peraturan yang berbeda dapat menyebabkan risiko sistemik yang membahayakan stabilitas keuangan di kawasan. Berbagai negara telah mengadopsi regulasi berbeda untuk stablecoin. Amerika Serikat telah menetapkan kerangka hukum melalui GENIUS Act, sementara Inggris mengusulkan batas kepemilikan stablecoin yang menuai kritik keras dari pelaku industri kripto. Di Hong Kong, regulasi baru dan peringatan terhadap risiko spekulasi di pasar stablecoin juga sedang diterapkan. Para regulator global melihat risiko stablecoin tidak hanya dalam konteks investasi, tetapi juga bagaimana mereka dapat mempengaruhi kebijakan moneter, stabilitas pasar, dan aliran modal lintas negara, khususnya di negara berkembang. Ketidakmampuan stablecoin menjaga nilai pegging juga menjadi perhatian utama. Dengan pasar stablecoin yang diprediksi terus tumbuh, peran bank sentral dan pengatur keuangan menjadi sangat penting dalam membentuk aturan yang jelas dan menyeimbangkan antara perlindungan investor dan mendorong inovasi teknologi keuangan yang berkelanjutan.

Analisis Ahli

Christine Lagarde
Stablecoin yang tidak diatur dengan baik berpotensi menciptakan risiko sistemik yang serius karena interkoneksi keuangan global yang semakin kompleks.
Andrew Bailey
Pembatasan kepemilikan stablecoin adalah langkah untuk menekan risiko konsentrasi, tapi juga perlu dipertimbangkan dampaknya pada inovasi dan inklusi keuangan.
Christine Cumming
Bank sentral harus siap menjalankan fungsi lender of last resort untuk stablecoin apabila krisis kepercayaan terjadi.