Uni Eropa Tanggapi Kekhawatiran ECB Soal Stablecoin Multi-Issuance
Finansial
Mata Uang Kripto
10 Okt 2025
44 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Regulasi Uni Eropa mengenai kriptokurensi dan stablecoin sedang dalam pengembangan dan akan memberikan panduan lebih lanjut.
ECB mengkhawatirkan risiko stabilitas keuangan dari model stablecoin multi-issuance.
Perusahaan seperti Circle berperan aktif dalam mendorong klarifikasi regulasi untuk industri stablecoin.
Stablecoin adalah jenis cryptocurrency yang nilainya dipatok pada mata uang asli seperti dolar atau euro. Di Eropa, stablecoin semakin populer namun juga menimbulkan kekhawatiran tentang risiko keuangan, terutama terkait model multi-issuance yang memungkinkan token diterbitkan oleh berbagai entitas di dalam dan luar Uni Eropa.
Bank Sentral Eropa, yang takut adanya risiko stabilitas keuangan, telah meminta aturan yang lebih ketat agar tidak terjadi penarikan dana massal (run) yang dapat merusak cadangan uang di negara-negara Uni Eropa. Mereka khawatir orang bisa menukar stablecoin yang dikeluarkan di luar Uni Eropa dengan entitas di dalam Uni Eropa secara berlebihan.
Di sisi lain, asosiasi industri kripto dan penerbit stablecoin mengatakan mereka dapat menjaga cadangan dana sesuai kebutuhan dan meminta agar Komisi Eropa mengeluarkan penjelasan resmi tentang bagaimana model multi-issuance ini dapat dijalankan di bawah aturan baru Uni Eropa, yang dikenal sebagai MiCA.
Komisi Eropa menyatakan bahwa aturan yang ada sudah cukup untuk mengatasi risiko terkait stablecoin dan sedang mempersiapkan panduan resmi agar semua pihak memahami bagaimana multi-issuance bisa diterapkan secara aman dan sesuai peraturan.
JP Morgan mengungkap bahwa hampir sebagian besar stablecoin yang beredar di dunia ini dipatok pada dolar AS dan pertumbuhan sektor ini kemungkinan besar akan meningkatkan permintaan terhadap mata uang dolar, yang berpengaruh pada ekonomi global.
Analisis Ahli
Christine Lagarde
Multi-issuance stablecoin bisa menjadi potensi sumber risiko sistemik jika tidak diawasi dengan ketat karena imbal penukaran token yang berasal dari luar Uni Eropa dengan entitas dalam Uni Eropa.JP Morgan
Pertumbuhan stablecoin yang didominasi dolar AS akan memperbesar permintaan mata uang tersebut dan mempengaruhi dinamika keuangan global.