Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

ESRB Peringatkan Risiko Stabilitas Finansial Akibat Stablecoin Multi-Negara

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
YahooFinance YahooFinance
04 Okt 2025
98 dibaca
2 menit
ESRB Peringatkan Risiko Stabilitas Finansial Akibat Stablecoin Multi-Negara

Rangkuman 15 Detik

Peringatan ESRB menunjukkan bahwa regulasi yang lebih ketat diperlukan untuk mengelola risiko yang ditimbulkan oleh stablecoin.
Model stablecoin multi-penerbit menimbulkan ancaman bagi likuiditas dan stabilitas keuangan di Eropa.
Dominasi stablecoin berbasis dolar dapat membahayakan kedaulatan finansial Eropa dan mempengaruhi kebijakan moneter.
Stablecoin adalah mata uang digital yang dirancang untuk mempertahankan nilai stabil dengan menggunakan aset pendukung seperti mata uang fiat atau surat berharga pemerintah. Dalam lima tahun terakhir, pasar stablecoin berkembang pesat menjadi lebih dari 300 miliar dolar AS. Namun, model stablecoin dengan penerbit di dalam dan luar Uni Eropa mulai diperiksa oleh otoritas keuangan karena potensi risiko sistemik yang dapat mengganggu stabilitas finansial di wilayah tersebut. European Systemic Risk Board (ESRB), yang dipimpin oleh Christine Lagarde, telah memperingatkan bahwa stablecoin yang dikeluarkan oleh kombinasi penerbit dalam dan luar negeri Uni Eropa memiliki risiko likuiditas dan cadangan yang tidak mencukupi. Dalam situasi tekanan pasar, penjualan besar-besaran dapat membebani cadangan lokal dan meninggalkan Uni Eropa terpapar kewajiban luar negeri yang tidak terkendali. Selain itu, mayoritas stablecoin global didominasi oleh token yang dipatok pada dolar AS, seperti USDT milik Tether. Token yang dipatok pada euro hanya mewakili persentase yang sangat kecil. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa ketergantungan terhadap stablecoin berbasis dolar akan mempengaruhi kedaulatan finansial dan efektivitas kebijakan moneter Uni Eropa. Regulator lain juga mulai memberi perhatian khusus pada stablecoin, seperti Bank of England yang menyoroti risiko pengelolaan cadangan yang buruk dan potensi penggantian mata uang domestik oleh stablecoin berbasis asing. Sementara itu, Amerika Serikat telah meloloskan undang-undang federal pertama untuk mengatur stablecoin, menetapkan persyaratan modal dan cadangan bagi penerbit. Uni Eropa kemungkinan akan mengambil tindakan tegas, termasuk pelarangan terhadap model stablecoin yang memiliki struktur penerbit multi-negara tanpa pengawasan dan cadangan memadai, untuk mencegah risiko krisis keuangan dan menjaga stabilitas sistem keuangannya. ESRB dijadwalkan merilis laporan rinci untuk memberikan panduan kebijakan lebih lanjut.

Analisis Ahli

Christine Lagarde
Menekankan perlunya penguatan kerangka regulasi di UE untuk mengatasi risiko lintas batas yang ditimbulkan stablecoin selain mengingatkan potensi krisis likuiditas seperti pada kegagalan bank di masa lalu.
Andrew Bailey
Memperingatkan risiko currency substitution oleh stablecoin asing dan menyatakan kemungkinan stablecoin sistemik akan mendapat akses ke akun bank sentral dengan pengawasan ketat.
Jürgen Schaaf
Menganggap dominasi pasar stablecoin oleh penerbit AS melemahkan kedaulatan dan efektivitas kebijakan moneter UE.