Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Zepto Raih Investasi Rp 6.68 triliun ($400 Juta) Dari CalPERS, Siap IPO Tahun Depan

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
News Publisher
16 Okt 2025
1497 dibaca
2 menit
Zepto Raih Investasi Rp 6.68 triliun ($400 Juta)  Dari CalPERS, Siap IPO Tahun Depan

TLDR

Zepto telah berhasil menarik perhatian investor besar dengan pendanaan $400 juta dari CalPERS.
Pasar komersial cepat di India menunjukkan potensi pertumbuhan yang besar, dengan proyeksi mencapai $42 miliar pada 2030.
Zepto dan kompetitornya seperti BlinkIt dan Swiggy Instamart bersaing ketat dalam layanan pengiriman cepat di berbagai kota di India.
Zepto, startup quick commerce asal India, berhasil mengumpulkan investasi sebesar 400 juta dolar AS dalam putaran pendanaan terbaru yang dipimpin oleh CalPERS, sebuah dana pensiun besar dari Amerika Serikat. Pendanaan ini merupakan campuran antara investasi primer dan sekunder dengan partisipasi dari sejumlah investor lama seperti Lightspeed dan Nexus Venture Partners.Dalam beberapa bulan terakhir, Zepto telah menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan peningkatan jumlah pesanan harian dari 500 ribu menjadi 1,7 juta. Startup ini berencana untuk melantai di bursa saham pada tahun depan sebagai bagian dari strategi ekspansinya di tengah persaingan ketat dengan pemain cepat saji lain seperti BlinkIt, Swiggy Instamart, dan BigBasket.Selain menghadapi kompetisi dari startup yang berfokus pada quick commerce, Zepto juga berhadapan dengan raksasa e-commerce seperti Flipkart dan Amazon yang mulai mengembangkan layanan pengiriman cepat mereka sendiri. Di samping itu, beberapa startup juga mulai mengeksplorasi ceruk vertikal seperti makanan, pakaian, layanan rumah, dan kurasi khusus untuk kebutuhan pelanggan.Ikhtisar pasar menunjukkan potensi besar dalam bisnis quick commerce di India, dengan prediksi dari Morgan Stanley dan Bernstein yang memperkirakan pasar ini bisa mencapai antara 42 miliar hingga 100 miliar dolar AS dalam satu dekade ke depan. Hal ini menjadi magnet besar bagi investor institusional termasuk CalPERS yang mulai terjun langsung ke investasi startup di pasar India.Meski menghadapi beberapa tantangan operasional seperti penghentian sementara layanan Zepto Cafe di beberapa kota, CEO Aadit Palicha tetap optimis terhadap pertumbuhan perusahaan. Keputusan CalPERS untuk memimpin putaran investasi ini juga menandakan meningkatnya kepercayaan institusi besar terhadap potensi dan stabilitas model bisnis quick commerce di India.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.