Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Rapido Gandakan Nilai, Masuk Bisnis Antar Makanan Saingi Swiggy

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
News Publisher
24 Sep 2025
163 dibaca
2 menit
Rapido Gandakan Nilai, Masuk Bisnis Antar Makanan Saingi Swiggy

AI summary

Rapido telah meningkatkan valuasinya menjadi $2.3 miliar setelah penjualan saham oleh Swiggy.
Swiggy menjual sahamnya di Rapido untuk menghindari konflik kepentingan saat Rapido memasuki pasar pengiriman makanan.
Instamart dari Swiggy menunjukkan pertumbuhan yang cepat dan menjadi segmen bisnis yang semakin penting.
Rapido, startup ride-hailing asal India yang sudah dikenal sebagai saingan Uber, kini menambah fokus bisnisnya dengan memasuki layanan pengantaran makanan. Baru-baru ini, Swiggy menjual seluruh sahamnya di Rapido senilai sekitar 24 miliar rupiah, yang membuat valuasi Rapido naik menjadi 2,3 miliar dolar AS, dua kali lipat dari nilai sebelumnya.Penjualan saham tersebut dilakukan dalam dua transaksi, di mana sebagian besar saham dibeli oleh Prosus yang juga merupakan pemegang saham terbesar Swiggy. Langkah ini terjadi setelah Rapido memulai percobaan mengantarkan makanan melalui anak perusahaannya, Ownly, di beberapa kawasan Bengaluru, sehingga Rapido mulai bersaing langsung dengan Swiggy dan Zomato yang selama ini menguasai pasar food delivery.Sebelumnya, Swiggy dan Rapido memiliki hubungan bisnis di mana Rapido membantu Swiggy sebagai pengantar terakhir untuk pengiriman makanan. Namun, dengan keputusan Rapido memasuki sektor food delivery, Swiggy memutuskan untuk melepas sahamnya karena konflik kepentingan yang mulai muncul. Hal ini juga sejalan dengan pernyataan CEO Swiggy yang menyebut adanya potensi kolaborasi yang akhirnya tidak terealisasi.Peraturan pemerintah India yang menetapkan pajak GST tetap 18% untuk layanan pengantaran makanan diperkirakan akan mempersulit pemain baru dan lama dalam bersaing harga. Meskipun demikian, kehadiran Rapido diprediksi akan memaksa pemain lama menjaga komisi rendah agar tetap menarik bagi mitra restoran.Sementara itu, Swiggy terus fokus mengembangkan bisnis quick commerce bernama Instamart yang mencatat pertumbuhan pesanan dan pendapatan sangat tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini menunjukkan bahwa persaingan di pasar layanan pengantaran dan perdagangan cepat di India akan semakin sengit ke depan.

Experts Analysis

Dara Khosrowshahi
Menilai Rapido sebagai saingan terbesar Uber di India menunjukkan potensi besar pasar ride-hailing India dan tantangan serius bagi para pemain lama.
Sriharsha Majety
Mengakui potensi kolaborasi tapi juga realitas kompetisi yang berkembang menandai dinamika pasar yang sangat cepat berubah di sektor pengantaran makanan dan ride-hailing.
Editorial Note
Langkah Rapido memasuki bisnis pengantaran makanan lewat pilot di Bengaluru merupakan manuver strategis yang cerdik karena mengandalkan cakupan pengguna ride-hailing mereka sendiri. Namun, konflik kepentingan yang menyebabkan Swiggy melepas sahamnya menunjukkan bahwa kolaborasi di ekosistem teknologi harus selalu disiapkan untuk skenario kompetisi yang tidak terduga di masa depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.