Salesforce Agentforce 360: Inovasi AI yang Kembangkan Bisnis dan Saingi Microsoft
Teknologi
Kecerdasan Buatan
15 Okt 2025
299 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Peluncuran Agentforce 360 menunjukkan komitmen Salesforce untuk mengintegrasikan AI dalam operasional bisnis.
Model harga flex credits dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan pendapatan berulang Salesforce.
Beberapa perusahaan besar telah merasakan manfaat dari penerapan AI dalam meningkatkan efisiensi dan keterlibatan pelanggan.
Salesforce meluncurkan Agentforce 360, sebuah platform yang menggabungkan agen manusia dan AI untuk membantu pekerjaan di bidang penjualan, layanan, pemasaran, dan TI. Platform ini adalah bagian dari strategi AI baru Salesforce yang menyatukan produknya seperti Data Cloud, Customer 360, dan Slack menjadi satu sistem pintar. Perusahaan besar seperti FedEx dan Under Armour sudah mulai menggunakan platform ini untuk meningkatkan layanan dan penjualan mereka.
Dalam kuartal kedua fiskal 2026, Salesforce melihat kenaikan 60% pelanggan yang beralih dari proyek pilot ke penggunaan penuh platform Agentforce. Pendapatan tahunan berulang dari AI dan Data Cloud pun naik signifikan menjadi 1,2 miliar dolar, melonjak 120% dibanding tahun sebelumnya. Model harga baru bernama flex credits, yang memberikan opsi pembayaran fleksibel, sudah menyumbang 80% dari pemesanan Agentforce.
Pendapatan Salesforce diperkirakan akan bertumbuh sekitar 8,8% hingga 9,0% pada tahun fiskal 2026 dan 2027. Walaupun demikian, saham Salesforce mengalami penurunan 28,1% tahun ini, berbeda dengan pertumbuhan industri perangkat lunak yang mencapai 20,6%. Dari segi valuasi, Salesforce diperdagangkan dengan rasio harga-pendapatan di bawah rata-rata industri, membuatnya tampak relatif murah.
Perusahaan lain seperti Microsoft dengan platform Dynamics 365 dan ServiceNow dengan Now Assist juga mengembangkan teknologi AI untuk otomatisasi bisnis. Microsoft menonjol dengan integrasi AI yang mudah untuk pelanggan yang sudah menggunakan produk Microsoft, sementara ServiceNow fokus pada solusi AI untuk manajemen layanan TI dan sumber daya manusia.
Dengan pertumbuhan penggunaan Agentforce dan peningkatan pendapatan dari produk AI, Salesforce berpotensi memulai siklus pertumbuhan baru yang signifikan. Jika platform ini terus diadopsi luas, Salesforce bisa menjaga posisi kompetitifnya di pasar teknologi AI perusahaan walaupun harus berhadapan dengan rival besar seperti Microsoft dan ServiceNow.
Analisis Ahli
Satya Nadella (CEO Microsoft)
Integrasi AI ke dalam produk existing mempermudah perusahaan memaksimalkan efisiensi tanpa gangguan besar, ini adalah kunci adopsi cepat.Bill McDermott (CEO ServiceNow)
Fokus pada alat AI spesifik industri membantu memperjelas nilai dan meningkatkan efektivitas otomatisasi di sektor tertentu.