Salesforce Luncurkan Agentforce 360, Fokus AI dan Otomatisasi untuk Masa Depan
Teknologi
Kecerdasan Buatan
19 Okt 2025
154 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Salesforce bertransisi ke Agentforce 360 dengan fokus pada agen AI dan data kontekstual.
Persaingan antara Salesforce dan ServiceNow semakin intensif dalam bidang otomasi alur kerja.
RBC Capital mempertahankan penilaian positif terhadap saham Salesforce meskipun ada potensi saham AI lain yang lebih menguntungkan.
Salesforce, perusahaan CRM berbasis cloud, baru-baru ini mengumumkan pergeseran penting dalam strateginya dari platform Customer 360 ke solusi baru bernama Agentforce 360. Perubahan ini diperkenalkan pada acara Dreamforce 2025 di San Francisco, di mana mereka menyoroti pentingnya agen AI dan data kontekstual dalam platform mereka.
RBC Capital, sebagai analis pasar saham, menegaskan kembali rating Sector Perform untuk saham Salesforce dengan target harga Rp 417.50 juta ($250,00) per saham. Ini menandakan keyakinan berkelanjutan dalam potensi jangka menengah perusahaan meskipun persaingan mulai meningkat.
Dengan pergeseran ini, Salesforce berupaya menjadi lapisan orkestrasi AI utama yang menghubungkan berbagai alat otomasi dan alur kerja dalam perusahaan. Langkah ini menempatkan mereka lebih dekat dengan area bisnis yang sebelumnya didominasi oleh ServiceNow.
Namun, intensifikasi persaingan antara Salesforce dan ServiceNow makin terasa, khususnya dalam hal otomatisasi, konteks data, dan penerapan agen AI. Fokus Salesforce juga meliputi aspek kepercayaan, tata kelola, dan kemampuan pengembangan ekosistem platform.
Bagi investor yang tertarik saham AI, artikel ini juga menyebut bahwa ada beberapa saham AI lain yang dianggap lebih undervalued dan memiliki potensi keuntungan lebih besar, terutama saham yang diuntungkan oleh kebijakan tarif era Trump dan tren onshoring.
Analisis Ahli
Analyst RBC Capital
Mengapresiasi stabilitas dan potensi Salesforce dalam ekosistem AI, namun menilai saham ini lebih sebagai opsi tengah dengan potensi risiko moderat dibandingkan saham AI lain yang lebih spekulatif.