Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Inovasi Scanner Muon Untuk Deteksi Aman Puing Bahan Bakar Nuklir Fukushima

Sains
Fisika dan Kimia
News Publisher
15 Okt 2025
2426 dibaca
2 menit
Inovasi Scanner Muon Untuk Deteksi Aman Puing Bahan Bakar Nuklir Fukushima

TLDR

Teknologi pemindai muon berpotensi meningkatkan keamanan dan efisiensi dalam pengelolaan puing-puing bahan bakar nuklir.
Prototipe pemindai dirancang untuk berfungsi di lingkungan dengan radiasi tinggi, yang merupakan tantangan utama dalam proyek ini.
Penelitian ini dapat menjadi langkah penting dalam dekomisioning pembangkit listrik nuklir Fukushima dan dapat diterapkan di lokasi kecelakaan nuklir lainnya di seluruh dunia.
Setelah kecelakaan nuklir Fukushima Daiichi pada 2011, tantangan terbesar adalah mengelola dan memisahkan puing bahan bakar nuklir dari limbah radioaktif lainnya secara aman dan efisien. Sebanyak 880 ton bahan bakar yang rusak direncanakan akan diambil mulai tahun 2024, sehingga dibutuhkan teknologi tepat untuk mendukung proses ini.Sebuah tim riset yang dipimpin oleh Haruo Miyadera telah mengembangkan prototipe scanner yang menggunakan muon scattering tomography. Teknologi ini memanfaatkan partikel muon alami untuk mendeteksi material unsur berat seperti uranium melalui cara pengukuran hamburan muon yang terjadi saat melintasi material.Prototipe alat ini didesain agar tahan terhadap lingkungan radiasi tinggi dengan menggunakan 576 tabung drift aluminium bersegel gas dan pemrosesan elektronik berbasis FPGA. Ini memungkinkan identifikasi kejadian muon meski kondisi gamma radiasi tinggi sekalipun.Selain alat, tim juga mengembangkan metode analitik yang mengombinasikan data sudut hamburan muon, tingkat penghentian muon, dan berat puing untuk memperkirakan jumlah uranium di dalamnya. Metode ini lebih sederhana dibandingkan penggunaan kecerdasan buatan dan bisa memberikan hasil prediksi cukup akurat hanya dalam beberapa jam pengukuran.Ke depan, tim akan melakukan eksperimen lanjutan menggunakan puing tiruan dengan berbagai bentuk dan komposisi guna menyempurnakan teknologi. Pendekatan ini diharapkan membantu proses penyortiran puing menjadi "presumed fuel" dan "non-fuel debris" untuk penyimpanan yang aman dan efektif di Fukushima maupun lokasi lain yang mengalami kecelakaan nuklir.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.