Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

NSO Group Israel Diakuisisi Investor AS, Spyware Pegasus Terus Jadi Sorotan

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (5mo ago) cyber-security (5mo ago)
15 Okt 2025
247 dibaca
2 menit
NSO Group Israel Diakuisisi Investor AS, Spyware Pegasus Terus Jadi Sorotan

Rangkuman 15 Detik

NSO Group sedang dalam proses akuisisi oleh investor Amerika Serikat.
Spyware Pegasus yang dikembangkan oleh NSO Group telah digunakan untuk menyadap di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Persetujuan dari Badan Pengendalian Ekspor Pertahanan diperlukan untuk menyelesaikan akuisisi NSO Group.
NSO Group, perusahaan asal Israel yang mengembangkan spyware terkenal bernama Pegasus, akan segera diakuisisi oleh kelompok investor dari Amerika Serikat. Akuisisi ini dipimpin oleh produser Hollywood, Robert Simonds. Proses ini menandai pergeseran kepemilikan dari Israel ke Amerika, tetapi masih membutuhkan persetujuan dari pihak berwenang di Israel. Kesepakatan pembelian ini diperkirakan bernilai puluhan juta dolar Amerika Serikat dan meliputi penyelesaian utang perusahaan sekitar 500 juta dolar. Setelah akuisisi selesai, pendiri NSO seperti Omri Lavie juga akan keluar dari perusahaan, dan pendiri lama lainnya, Shalev Hulio, sudah meninggalkan perusahaan sejak tahun 2023. Spyware Pegasus yang dikembangkan NSO Group dikenal sebagai salah satu perangkat lunak berbahaya terkuat yang mampu menyusup ke ponsel Android maupun iOS dengan mengeksploitasi celah keamanan yang belum ditemukan sebelumnya. Spyware ini dapat mengakses berbagai data ponsel dan aktivitas pemilik secara rahasia. Pegasus pernah dipakai untuk menyadap ponsel warga dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Indonesia Leaks mengungkapkan Pegasus masuk ke Indonesia melalui dua perangkat yang tiba di Bandara Soekarno Hatta pada tahun 2020. Hal ini memperkuat kekhawatiran terkait penyalahgunaan teknologi dari NSO Group ini di ranah global. Sejak pertama kali diungkap pada tahun 2016 oleh The Citizen Lab, Pegasus telah menjadi sorotan sebagai ancaman terhadap privasi dan keamanan digital. Penggunaan yang tidak etis dapat dilakukan melalui teknik spear phishing, dan beberapa aplikasi populer seperti WhatsApp dan iMessage pernah menjadi target serangan spyware ini.

Analisis Ahli

Bruce Schneier
Teknologi seperti Pegasus menunjukkan betapa rapuhnya keamanan digital kita dan betapa pentingnya regulasi internasional untuk melindungi privasi individu.
Eva Galperin
Penggunaan Pegasus telah memperlihatkan bahayanya spyware komersial yang bisa disalahgunakan untuk melanggar hak asasi manusia, sehingga mengawasi perusahaan seperti NSO sangat krusial.