WhatsApp Menang Besar, NSO Group Dituntut Bayar Rp 2.79 triliun ($167 Juta) Karena Spyware
Teknologi
Keamanan Siber
10 Mei 2025
176 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
WhatsApp berhasil memenangkan persidangan melawan NSO Group, menunjukkan pentingnya perlindungan privasi pengguna.
NSO Group terus menargetkan pengguna WhatsApp meskipun sedang menghadapi gugatan hukum.
Persidangan mengungkapkan banyak informasi tentang cara kerja spyware dan penggunaan teknologi hacking oleh perusahaan.
WhatsApp berhasil memenangkan gugatan besar terhadap NSO Group yang dituduh meretas lebih dari 1.400 penggunanya menggunakan spyware Pegasus. Persidangan yang berlangsung seminggu memunculkan berbagai fakta dan pengakuan dari pihak NSO dan WhatsApp.
Serangan dilakukan melalui teknik zero-click yang hanya memerlukan nomor telepon korban tanpa perlu interaksi pengguna. NSO Group membangun server khusus yang meniru pesan WhatsApp asli untuk menyebarkan spyware berbahaya.
NSO Group pernah menguji Pegasus pada nomor telepon Amerika Serikat untuk FBI, meskipun sebelumnya mengklaim spyware mereka tidak bisa digunakan pada nomor +1. FBI memilih untuk tidak menggunakan Pegasus setelah pengujian.
CEO NSO Group mengungkap bahwa pelanggan pemerintah tidak memilih metode pelacakan secara spesifik, karena sistem Pegasus otomatis memilih teknik hacking yang paling efektif untuk targetnya.
Menariknya, markas NSO Group berada di gedung yang sama dengan Apple di Israel. NSO Group juga pernah terus menargetkan pengguna WhatsApp bahkan setelah gugatan hukum dimulai, membuktikan betapa agresifnya mereka.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Putusan ini adalah kemenangan besar bagi privasi digital dan menyoroti perlunya transparansi dan pertanggungjawaban dalam industri spyware yang selama ini beroperasi di zona abu-abu hukum.Eva Galperin
Kasus ini membuka mata bahwa teknologi zero-click harus dianggap sebagai ancaman serius bagi keamanan siber dan harus diatur secara ketat di seluruh dunia.