Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Super.money Gandeng Juspay Dorong Pembayaran Sekali Klik dan Target Rp1,5 Triliun Tahun 2026

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
banking-and-financial-services (5mo ago) banking-and-financial-services (5mo ago)
10 Okt 2025
212 dibaca
2 menit
Super.money Gandeng Juspay Dorong Pembayaran Sekali Klik dan Target Rp1,5 Triliun Tahun 2026

Rangkuman 15 Detik

Super.money berusaha untuk memperluas jangkauannya di luar basis pengguna Flipkart.
Kemitraan dengan Juspay memberi Super.money keuntungan dalam hal infrastruktur pembayaran.
Super.money memiliki strategi monetisasi yang fokus pada kartu kredit dan pinjaman konsumen.
Super.money, perusahaan fintech yang spin-off dari Flipkart, secara diam-diam menjalin kemitraan dengan Juspay untuk memperkenalkan produk baru bernama Breeze, sebuah solusi checkout langsung ke konsumen (D2C) yang menawarkan pengalaman pembayaran hanya dalam satu klik tanpa perlu memasukkan kode OTP atau login berulang kali. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Super.money untuk memperluas jangkauan bisnisnya di luar Flipkart dan meningkatkan visibilitas di kalangan merek D2C. Juspay, yang berperan sebagai infrastruktur pembayaran back-end untuk Super.money Breeze, sedang menghadapi beberapa tantangan karena beberapa layanan pembayaran besar seperti Razorpay dan Cashfree mengurangi ketergantungan pada platform mereka. Meski begitu, Juspay mengklaim bahwa volume transaksi dan basis merchant mereka justru bertumbuh signifikan, menunjukkan keberlanjutan bisnisnya dalam ekosistem pembayaran India yang kompetitif. Super.money telah berhasil menjadi salah satu aplikasi UPI terbesar di India berdasarkan volume transaksi dan juga menjadi penerbit utama kartu kredit terjamin dengan pangsa pasar sekitar 10%. Produk kartu kredit ini sangat penting untuk strategi monetisasi mereka, karena membantu mengubah pengguna dari layanan pembayaran dengan margin rendah ke produk keuangan yang menghasilkan pendapatan tinggi. Dukungan dari Flipkart dalam bentuk distribusi dan investasi sekitar 50 juta dolar telah membantu Super.money menjaga biaya operasional tetap rendah dan mempercepat pertumbuhan pengguna yang kini mencapai lebih dari 80 juta. Selain itu, perusahaan berencana meningkatkan pendapatan tahunan dari 30 juta dolar pada 2025 menjadi 100 juta dolar pada 2026 lewat layanan kartu kredit, pinjaman konsumen, dan solusi pembayaran D2C mereka. Meski menghadapi persaingan ketat dari perusahaan besar seperti PhonePe, Google Pay, dan Razorpay yang mengembangkan infrastruktur pembayaran sendiri, Super.money berkomitmen memanfaatkan kemitraan strategis dan inovasi produk untuk meningkatkan kehadirannya di pasar fintech India dan menjadi kesuksesan fintech kedua di bawah naungan Flipkart.

Analisis Ahli

Nandan Nilekani
Kemitraan seperti ini mencerminkan tren penting dalam ekosistem fintech India di mana inovasi dan kolaborasi antar pihak merupakan kunci keberhasilan sekaligus respon terhadap regulasi yang dinamis.
Vijay Shekhar Sharma
Fokus pada pengalaman pengguna dengan checkout yang lebih cepat dan efisien sangat krusial di pasar digital yang sangat kompetitif ini, dan inisiatif seperti Super.money Breeze punya potensi besar jika didukung dengan teknologi yang solid.