Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

BMKG Prediksi La Nina Picu Musim Hujan Lebih Panjang di Indonesia 2025

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
11 Okt 2025
11 dibaca
2 menit
BMKG Prediksi La Nina Picu Musim Hujan Lebih Panjang di Indonesia 2025

Rangkuman 15 Detik

La Nina diperkirakan akan mempengaruhi cuaca Indonesia pada akhir 2025.
Musim hujan 2025/2026 diprediksi akan lebih panjang dan datang lebih awal di sebagian besar wilayah.
BMKG mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
Fenomena La Nina diperkirakan akan muncul kembali pada akhir tahun 2025 dan berdampak pada cuaca di Indonesia. La Nina adalah kondisi ketika suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah menurun, yang biasanya membuat curah hujan di Indonesia meningkat. Menurut BMKG, musim hujan di Indonesia pada tahun 2025/2026 tidak akan datang secara serentak. Beberapa daerah, terutama di Sumatera dan Kalimantan, akan mulai mengalami hujan lebih awal, yakni antara September hingga November 2025. Musim hujan kemudian akan menyebar ke wilayah lain di bagian selatan dan timur Indonesia. Secara keseluruhan, musim hujan kali ini akan datang lebih awal di sekitar 42 persen wilayah, dengan intensitas hujan yang diperkirakan normal, tidak terlalu basah atau kering. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada November-Desember 2025 di wilayah barat Indonesia dan Januari-Februari 2026 di daerah selatan dan timur. Musim hujan juga diprediksi berlangsung lebih lama dari biasanya, bahkan beberapa wilayah dapat mengalami hujan sepanjang tahun. Sementara itu, hanya sebagian kecil wilayah, seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Papua Barat, yang akan mengalami musim kemarau pada periode tersebut. BMKG mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana seperti banjir dan longsor akibat peningkatan curah hujan.

Analisis Ahli

Dr. Agus Santoso (Meteorolog BMKG)
Kehadiran La Nina biasanya menyebabkan peningkatan curah hujan dan potensi bencana hidrometeorologi di Indonesia, sehingga prediksi musim hujan yang datang lebih awal merupakan indikator penting untuk kesiapsiagaan.
Prof. Hindun Zahra (Ahli Klimatologi)
Perubahan iklim global yang mempengaruhi siklus La Nina dan El Nino mengharuskan kita untuk terus memantau pola cuaca guna meminimalisir kerugian akibat bencana alam.