Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Waspadai Puncak Musim Hujan 2025-2026, Siapkan Kesiapsiagaan Bencana

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (4mo ago) climate-and-environment (4mo ago)
05 Nov 2025
196 dibaca
2 menit
Waspadai Puncak Musim Hujan 2025-2026, Siapkan Kesiapsiagaan Bencana

Rangkuman 15 Detik

Puncak musim hujan di Indonesia memerlukan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
La Nina lemah diprediksi tidak memberikan dampak signifikan terhadap curah hujan pada puncak musim hujan.
Kolaborasi antarinstansi pemerintah sangat penting untuk kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
Indonesia mulai memasuki musim hujan dengan curah hujan yang semakin intensif, menandai transisi menuju puncaknya. Kepala BMKG menyampaikan bahwa fenomena La Nina lemah tengah berlangsung dan diprediksi bertahan hingga awal 2026, namun dampaknya terhadap curah hujan tidak terlalu signifikan di puncak musim hujan nanti. Menteri Pekerjaan Umum menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dari seluruh elemen pemerintah, termasuk pusat dan daerah, serta kolaborasi dengan TNI, Polri, dan masyarakat untuk menghadapi potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor akibat hujan tinggi. BMKG mencatat curah hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi berpeluang terjadi di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur, Sulawesi Selatan, sampai bagian selatan Papua. Sementara itu, sebagian wilayah lain juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di awal November 2025. Sebagai bentuk mitigasi, BMKG bersama BNPB telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah rawan seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat dengan menggunakan armada pesawat khusus. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi yang meningkat di musim hujan ini. BMKG dan pemerintah mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah agar selalu waspada dan meningkatkan koordinasi antar sektor guna mengantisipasi cuaca ekstrem. Persiapan matang dari semua pihak dinilai penting demi meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi.

Analisis Ahli

Teuku Faisal Fathani
La Nina lemah yang bertahan hingga 2026 memberikan peluang terjadinya hujan tinggi di beberapa wilayah, sehingga perhatian terhadap mitigasi bencana menjadi sangat penting.
Dody Hanggodo
Kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas sektoral sangat vital agar penanganan bencana dapat dilakukan dengan efektif dan cepat di lapangan.